Minggu, 05 April 2020
 
Pemerintah Kota Ternate
Informasi terbaru seputar pemerintahan Kota Ternate
21 Januari 2020 - 18:06:42 - Read: 281

Dukung Babullah Jadi Pahlawan Nasional, Pemerintah Kota Ternate Siapkan Anggaran 

DISKOMSANDI - Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 422 juta yang bersumber dari APBD kota Ternate tahun 2020. Anggaran tersebut merupakan bentuk dukungan Pemkot Ternate guna mendukung Sultan Babullah menjadi Pahlawan Nasional.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Ternate Burhanuddin Abdul Kadir saat diwawancarai, Selasa (21/1/2020) menyebutkan, sejak awal anggaran untuk pengusulan Sultan Babullah menjadi Pahlawan Nasional yakni sebesar Rp 170 juta, kemudian ditambahkan lagi dengan penyusunan penelitan sebesar Rp 30 juta yang sekaligus ditambah dengan biaya konsumsi.

Sedangkan anggaran untuk perjalanan ke Portugal dan Inggris, Burhanuddin mengaku dengan estimasi anggaran sebesar Rp 422 Juta yang ditambah dengan estimasi anggaran sebesar Rp 147.600 juta.

Dirinya menambahkan bahwa untuk pengambilan dokumen fisik di Portugal dan Inggris menjadi salah satu persyaratan untuk memenuhi pengusulan Babullah menjadi pahlawan nasional, jadi dokumen yang dimaksud itu bermacam-macam misalnya surat Babullah ke Raja Inggris dan Portugal, kemudian perjuangan Sultan Babullah tercatat di Inggris dan Portugal itu menjadi dokumen dasar bagi mereka bahwa Sultan Babullah telah berjuang untuk mengusir Portugis dari Ternate.

"Jadi total anggaran sebesar Rp. 422.600.000 (empat ratus dua puluh dua juta enam ratus ribu rupiah) sudah termasuk semua mulai dari penyusunan naskah akademik, kemudian perjalanan ke Portugal dan Inggris, kemudian biaya akomodasi lainnya termasuk pengeditan dan lain-lainnya itu," singkatnya.

Sementara itu, tim Pengusulan Babullah menjadi Pahlawan Nasional, Selasa (21/1/2020) tadi, melakukan rapat bersama Pemerintah Kota Ternate yakni Dinas Sosial, Perwakilan pemerintah Provinsi Maluku Utara, Profesor Philip Santo dari Portugal, tim verifikasi sejarawan dari Universitas Indonesia (UI), dan perwakilan dari Universitas Khairun Kota Ternate. Rapat tersebut dilakukan di lantai III Kantor Wali Kota Ternate, terkait Penyusunan data primer untuk pengambilan dokumen sejarah Sultan Babullah yang ada di Portugal dan Inggris.

Ketua Tim pengusulan Babullah menjadi pahlawan nasional, Profesor Saiful Ruray  menjelaskan, bahwa saat ini tim sedang fokus untuk rencana pengambilan dokumen/arsip berupa surat-surat sultan Babullah yang ada di Portugal dan Inggris.

Dirinya menceritakan bahwa, data-data yang tersimpan pada lembaga arsip di Lisabone, yakni Arsifo Detoro De Tombo. Dimana didalamnya ada banyak sekali dokumen lama tentang Ternate, Bacan, Jailolo, Tidore dan Maluku Utara seluruhnya. Selain itu ada juga dokumen di British Orientaly Museum yang ada di London dan dokumen Museum Bahari di replika kapal Golden Him yang pernah masuk di Ternate.

"Jadi di tahun 1579 ada dokumen-dokumen surat dari Sultan Babullah kepada Ratu Elisabeth ke 1 yang hingga saat ini masih tersimpan disana," jelasnya.

Dirinya menuturkan untuk di Lisabone bukan hanya ada surat tuntutan Babullah terhadap Raja Portugal atas wafatnya Sultan Khairun tapi juga ada surat bahasa melayu tertua di dunia yang ditulis oleh Sultan Abbu Hayat.

"Ada dua surat, Sultan Ternate menulis surat, dan surat itu diakui sebagai surat bahasa melayu yang menggunakan bahasa arab melayu tertua di dunia," tuturnya.

Dia juga mengatakan bahwa sebenarnya di Ternate ini banyak sekali arsip yang ada di Eropa, hanya saja kita sebagai masyarakat Maluku Utara khususnya kota Ternate yang masih belum fokus. 

Lebih lanjut, dirinya mengatakan bahwa pada pengambilan dokumen semuanya duplikat, dimana tim harus meminta ijin terlebih dahulu kepada pemerintah di Portugal dan Inggris, melalui kedutaan besar Indonesia di Lisabone, London.

Untuk rencana keberangkatan tim, dirinya belum bisa memastikan sebab ini masih dalam tahap penyusunan dan menunggu kesiapan pemerintah daerah."Saya belum bisa pastikan karena masih melakukan penyusunan dan masih tunggu kesiapan Pemda jadi mungkin sebulan dua bulanlah," tandasnya. (Tim Redaksi)

BERITA LAINNYA