Terpilih sebagai Ketua PORDI Ternate, Wakil Wali Kota Fokus Satukan Komunitas Domino
PEMKOT TERNATE - Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, terpilih sebagai Ketua Perkumpul ...
PEMKOT TERNATE - Pemerintah Kota Ternate menyiapkan metode tambahan untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru, Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat. Langkah ini difokuskan pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap tebal dan diduga menyimpan sumber api di bawah timbunan sampah.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat penanganan Karhutla Kota Ternate Tahun 2026 yang berlangsung di Auditorium Bappelitbangda Kota Ternate, Senin (12/10/2026). Rapat dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM dan diikuti oleh unsur Forkopimda Kota Ternate, Kepala BPBD Kota Ternate Tony S. Pontoh, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Ternate dr. Fathiyah Suma, M.Kes., Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate Musli Mohamad, S.T., M.Eng., serta OPD terkait.
Sekda yang juga menjabat sebagai Ketua Posko Tanggap Darurat Karhutla Kota Ternate Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM mengatakan, berdasarkan pemaparan Kepala Pelaksana BPBD Kota Ternate, sekitar 70 persen area terbakar telah berhasil dikendalikan. Sementara itu, sekitar 30 persen area lainnya masih membutuhkan penanganan karena asap dan titik api masih ditemukan di sejumlah lokasi.
Selama ini, tim gabungan menerapkan metode pemadaman dengan bantuan alat berat untuk membuka dan menguruk timbunan sampah. Setelah titik yang berpotensi mengeluarkan asap ditemukan, personel melakukan penyemprotan air bertekanan tinggi menggunakan mobil water cannon milik Brimob dan kepolisian. Area tersebut kemudian ditutup kembali dengan tanah.
Dalam rapat evaluasi, muncul usulan untuk menambahkan metode penyemprotan menggunakan busa khusus pemadam kebakaran. Metode tersebut direncanakan diterapkan pada titik-titik yang terus mengeluarkan asap dengan menggunakan pipa untuk menyalurkan busa ke bagian yang sulit dijangkau.
“Metode yang awal tetap berjalan. Namun, untuk titik-titik yang masih berpotensi mengeluarkan asap, kita akan mencoba menambah metode penanganan agar sumber api yang berada di bawah timbunan bisa dijangkau,” ujar Sekda.
Menurutnya, pendekatan tambahan tersebut diharapkan membantu mempercepat pemadaman pada kedalaman sekitar 5 hingga 10 meter, yang sulit dijangkau melalui penanganan biasa. Penerapan metode akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan dan hasil evaluasi tim teknis.
Pemerintah menjadwalkan masa tanggap darurat berakhir pada Jumat (16/10/2026). Namun, apabila hasil pemantauan pada Kamis atau Jumat menunjukkan masih adanya titik api maupun kebutuhan penanganan lanjutan, masa tanggap darurat akan diperpanjang selama tujuh hari.
Selain mengevaluasi metode pemadaman, rapat tersebut membahas hasil pengujian kualitas air di sekitar kawasan terdampak. Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate bekerja sama dengan Laboratorium Sistem dan Teknologi Budidaya Universitas Khairun untuk melakukan pengujian terhadap dua sumber air, yakni air PDAM dan air bak yang berada tidak jauh dari lokasi TPA serta masih berada di sekitar permukiman warga.
Kadis DLH Kota Ternate Musli Mohamad, S.T., M.Eng. menjelaskan, pengujian dilakukan menggunakan empat indikator, yaitu pH atau derajat keasaman, total dissolved solids (TDS), salinitas, dan dissolved oxygen (DO). Dari keempat indikator tersebut, pH dan TDS menjadi parameter utama yang disampaikan dalam rapat evaluasi.
Berdasarkan hasil pengukuran laboratorium, nilai pH air tercatat pada angka 7, sedangkan nilai TDS disampaikan sebesar 0,386. Hasil pH tersebut masih berada dalam rentang standar 6,5 hingga 8,5 sebagaimana dirujuk dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492 Tahun 2010.
“Untuk pH-nya sendiri masih di angka 7. Standar pH ideal berada pada rentang 6,5 sampai 8,5. Jadi, berdasarkan hasil pengukuran tersebut, nilai pH masih berada dalam rentang normal,” jelas Kadis DLH.
Secara umum, hasil pengujian terhadap dua sumber air di sekitar Kelurahan Sulamadaha dinyatakan masih memenuhi persyaratan berdasarkan indikator yang dipaparkan dalam rapat. Meski demikian, hasil tersebut mengacu pada sampel dan parameter yang diperiksa oleh laboratorium, sehingga perlu dipahami sesuai ruang lingkup pengujian yang telah dilakukan.
Kadis DLH juga menyampaikan bahwa data hasil pengujian kualitas air telah disampaikan kepada tim posko sebagai bagian dari bahan evaluasi penanganan karhutla. Sementara itu, hasil pengukuran kualitas udara turut menjadi perhatian pemerintah dan akan dijelaskan lebih lanjut berdasarkan parameter serta interpretasi teknis yang sesuai.
Pemerintah Kota Ternate akan terus memantau perkembangan kondisi di TPA Buku Deru-Deru hingga sisa area terdampak dapat ditangani. Evaluasi terhadap metode pemadaman, perkembangan titik api, serta hasil pemeriksaan kualitas lingkungan menjadi dasar dalam menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan perpanjangan masa tanggap darurat. (Tim_IKP Diskominfo Ternate)
PEMKOT TERNATE - Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, terpilih sebagai Ketua Perkumpul ...
PEMKOT TERNATE - Penanganan dampak kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Buku Deru-De ...
PEMKOT TERNATE - Penguatan organisasi, peningkatan kompetensi pendidik, dan perlindungan p ...
PEMKOT TERNATE - Puskesmas Pembantu (Pustu) Togafo, Kecamatan Ternate Barat, disiapkan unt ...