Selasa, 22 Juni 2021
 
Pemerintah Kota Ternate
Informasi terbaru seputar pemerintahan Kota Ternate
05 Mei 2021 - 18:19:16 - Read: 181

Jelang Idul Fitri Wakil Wali Kota Ternate Pimpin Rapat Koordinasi TPID

DISKOMSANDI – Wakil Wali Kota Ternate Jasri Usman, S.Ag didampingi Sekretaris Daerah Kota Ternate Dr. Jasri Usman, ME memimpin Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Ternate Tahun 2021 yang membahas perkembangan harga bahan pokok serta ketersediaan stok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Rapat tersebut digelar di Ruang Rapat Lantai III Kantor Wali Kota Ternate pada hari Selasa, 4 Mei 2021.
Rapat tersebut dihadiri oleh Komandan Kodim (Dandim) 1501/Ternate, Kolonel Inf R. Moch Iskandarmanto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara Jeffri Dwi Putra, serta Perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara.

Wakil Wali Kota Ternate menyampaikan arahan dari Wali Kota Ternate Dr. M Tauhid Soleman, M.Si yang berhalangan hadir pada rapat tersebut, karena menghadiri undangan Wali Kota Tidore di Kantor Wali Kota Tidore Kepulauan.

Isi dari arahan Wali Kota Ternate yakni, berdasarkan pantauan selama 5 tahun terakhir setiap momen hari besar keagamaan nasional,inflasi Kota Ternate selalu mengalami kenaikan. Tak terkecuali hari raya idul fitri yang umum terjadi peningkatan permintaan yang berpotensi menimbulkan gejolak harga kebutuhan pokok. Inflasi harga yang terjadi tersebut disebabkan oleh keterbatasan pasokan barang.

“Menyikapi kondisi demikian, kiranya kita tetap perlu mencermati bersama ketersediaan pasokan pangan agar tetap dalam jumlah yang cukup dan dengan harga yang terjangkau,” ucap Wakil Wali Kota Ternate.

“Masyarakat sangat menunggu kebijakan-kebijakan real yang harus kita ambil untuk mengendalikan harga supaya masyarakat tidak kesulitan saat lebaran," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kota Ternate mengatakan, “Pemerintah kota ternate berusaha untuk menjaga tingkat inflasi dengan strategi 4 K yaitu keterjangkauan harga, kesediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Bagimana kita berupaya untuk menjaga inflasi tahun ini agar fokus pada ketersediaan pasokan dan jalur distribusi," cetusnya.

Rapat kemudian dilanjutkan oleh pemaparan dari Perwakilan BPS. Menurut data yang dihimpun, inflasi paling tinggi disebabkan oleh makanan, minuman, dan tembakau karena 3 hal tersebut merupakan barang yang paling banyak dibeli oleh konsumen di Ternate. Pada bulan April, Kota Ternate mengalami kenaikan inflasi sebesar 0,25% dan komoditas yang paling menyebabkan inflasi tersebut adalah kentang, kayu balok, dan wortel. Mengapa kayu balok memicu kenaikan inflasi? Karena menurut data dinas kehutanan Maluku Utara sejak tri wulan 4 tahun 2020 mengalami penurunan produksi kayu secara umum di Maluku Utara sehingga harga naik drastis.

Selanjutnya, Perwakilan Bank Indonesia mengatakan bahwa berdasarkan data yang dimiliki, laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku Utara triwulan IV pada tahun 2020 merupakan yang tertinggi dan secara tahunan, masuk ke 3 besar Provinsi dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi berkat adanya pertambangan. Sedangkan untuk komoditas-komoditas yang menyumbang inflasi tahunan di Maluku Utara khususnya di Kota Ternate adalah cabe rawit, kangkung, ikan Cakalang di awetkan dan ikan Malalubis (Layang Biru/Decapterus macarellus). Sedangkan menjelang lebaran komoditas yang mengalami kenaikan penjualan yaitu sepatu anak, minuman ringan dan biskuit. (Tim Redaksi)

BERITA LAINNYA