Minggu, 26 Juni 2022
 
Pemerintah Kota Ternate
Informasi terbaru seputar pemerintahan Kota Ternate
23 Mei 2022 - 19:04:40 - Read: 80

Wali Kota Ternate Buka Kegiatan Pendampingan Pengembangan dan Diversifikasi Produk Melalui Pelatihan Teknik Menenun dengan Menggunakan Gedogan & ATBM di Kota Ternate

DISKOMINFO SANDI - Wali Kota Ternate Dr. M Tauhid Soleman M, si telah membuka dengan resmi kegiatan Pendampingan Pengembangan dan Diversifikasi Produk Melalui Pelatihan Teknik Menenun dengan Menggunakan Gedogan & ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) di Kota Ternate.

Acara pembukaan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Ternate di Benteng Oranje dan turut diikuti oleh Ketua Dekranasda Kota Ternate, Pimpinan cabang BNI Kota Ternate, Kepala BPRS Kota Ternate, para pimpinan OPD wilayah Kota Ternate, instruktur Tenun Gedogan & ATBM dan Anggota TP. PKK Kota Ternate, (Senin, 23/5/22).

Wali Kota Kota Ternate Dr. M Tauhid Soleman M.Si dalam arahannya mengatakan bahwa, salah satu peninggalan budaya yang tinggi akan nilai estetika adalah tenun. 

“Hampir di setiap wilayah Indonesia memiliki kain tenunnya sendiri.Kain tenun Ternate memang jarang kita dengar, namun demikian, kain yang dibuat dengan alat tradisional Gedogan adalah peninggalan budaya yang sekarang ini termasuk langka karena jumlah produksi kain tenun terus mengalami penurunan akibat kurangnya minat masyarakat untuk melestarikan dengan menjadi pengrajin tenun”, ucapnya.

Menurutnya, melalui program Pendampingan Pengembangan dan Diversifikasi Produk yang bekerjasama dengan Disperindag melalui Dana Alokasi Khusus Non Fisik Kementerian Perindustrian RI Tahun 2022 yang terlaksana pada hari ini merupakan Langkah terbaik yang akan ditempuh Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Ternate (Dekranasda) dalam rangka mengembalikan kecintaan terhadap Kain Tenun Ternate.

“Untuk itu harus berikan apresiasi dalam bentuk dukungan dari semua pihak agar tujuan regenerasi SDM, peningkatan kualitas dan adaptasi metode dalam bentuk ATBM dapat tercapai demi pelestarian warisan budaya kain tenun Ternate”, tambahnya.

“Semoga kegiatan pelatihan dan pendampingan ini mampu menciptakan pengrajin-pengrajin andalan yang memiliki komitmen dan konsistensi, dan diharapkan ini terus berlanjut dengan sistem pengembangan kerajinan yang lebih terencana dan terarah untuk kemajuan industri tenun serta mengembalikan Kelurahan Toboleu sebagai Kampung Tenun Ternate agar menjadi salah satu destinasi wisata kerajinan”, harapnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Dekranasda Kota Ternate, Ibu Marliza M Tauhid dalam sambutannya menyampaikan, Tenun Ternate adalah bagian dari warisan budaya yang sangat bernilai dan harus dilestarikan.

Menurutnya, keberadaan tenun Ternate bisa dikatakan hampir punah karena menyisakan 4 penenun yang masih dalam satu ikatan keluarga.

"Tentunya hal ini membutuhkan perhatian semua pihak. Berbagai upaya pelatihan telah dilakukan oleh Pemerintah, namun karena proses produksi yang cukup rumit dan membutuhkan waktu, ketelitian dan kesabaran sehingga kurangnya minat masyarakat khususnya generasi milenial pada era digital sekarang ini untuk mempelajari dan menjadi seorang penenun," ujar Ibu Marliza.

Untuk melestarikan dan mengembangkan tenun Ternate, lanjut dia, maka harus dimulai dari regenerasi pengrajin tenun Ternate sehingga terjadi peningkatan jumlah pengrajin, membekali pengrajin-pengrajin baru dengan keterampilan menenun hingga teknik pembuatan motif khas Ternate, mengadaptasi teknik ATBM untuk meningkatkan jumlah produksi, mempercepat waktu produksi dan menambah varian kain tenun sehingga lebih beragam.

"Oleh karena itu, Dewan Kerajinan Nasional terus mendorong Pemerintah Kota Temate melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan berupaya untuk melahirkan Generasi Penenun Baru melalui kegiatan Pelatihan Teknik Menenun dengan menggunakan Gedogan maupun ATBM," tambahnya.

Upaya ini merupakan salah satu bentuk dukungan Dekranasda sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian dalam melestarikan kearifan lokal. (Tim_IKP Diskominfo Ternate)

BERITA LAINNYA