Kamis, 15 April 2021
 
Pemerintah Kota Ternate
Informasi terbaru seputar pemerintahan Kota Ternate
06 April 2021 - 17:20:52 - Read: 35

PJ Wali Kota Ternate Menghadiri Pertemuan Rencana Aksi Dan Deklarasi Perang Melawan Narkoba Di Lingkungan Pendidikan

DISKOMSANDI - BNNP (Badan Narkotika Nasional Provinsi) Maluku Utara menggelar pertemuan dalam rangka rencana aksi dan deklarasi perang melawan narkoba di lingkungan pendidikan di Ballroom Hotel Muara, Selasa (6/4/21). Pertemuan tersebut dihadiri oleh PJ Wali Kota Ternate Hasyim Daeng Barang, S.STP., M.Si, Kepala BNNP Maluku Utara Brigjen Pol. Roy Hardi Siahaan, S.I.K, S.H., M.H., Perwakilan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara yang diwakilkan oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Ternate Ramli Kamaluddin S.PD, M.Si. , Civitas Akademik Perguruan Tinggi, serta Kepala Sekolah SMA/SMK/MA dan SMP/MTS se-kota Ternate.

Narasumber yang  memaparkan materi dalam acara tersebut yakni Kepala BNNP Maluku Utara, PJ Walikota Ternate, dan Kepala Sekolah SMAN 1 Ternate.
Materi pertama disampaikan oleh kepala sekolah SMAN 1 Ternate mengenai peran dan keterlibatan pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama-sama dengan Kabupaten dan Kota dalam mengimplementasikan Instruksi Presiden nomor 2 tahun 2020 guna perang melawan narkotika di lingkungan pendidikan.

Kepala Sekolah SMAN 1 Ternate mengatakan bahwa, “Dari hasil analisa kita ternyata memang pengguna narkoba rata-rata adalah dikalangan remaja berumur 11 sampai 24 tahun. Usia tersebut merupakan usia produktif yang sangat dibutuhkan oleh bangsa ini untuk mengembangkan masa depan. Ketika generasi muda kita rusak maka negara ini akan hancur, karena itu mulai dari pusat sampai dengan daerah harus bersinergi bersama-sama untuk menetapkan kebijakan-kebijakan yang pas terkait dengan bagaimana mengantisipasi gerakan-gerakan yang dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab sehingga penyebaran narkoba ini bisa kita atasi,” tambahnya.

Selanjutnya Kepala BNNP menyampaikan materi mengenai perang melawan narkoba di lingkungan pendidikan. Beliau menjelaskan bahwa ada beberapa kasus penyalahgunaan ganja yang di lakukan oleh beberapa pelajar di Kota Ternate. “Ganja masuk dalam golongan narkotika, ada pergeseran kegiatan dari pada anak sekolah dari menggunakan lem aibon ke ganja," ucap Kepala BNNP Maluku Utara.

“Ganja itu masuk dalam golongan I Undang-Undang no. 35 tahun 2009. Bagaimana dengan lem aibon? Sama!. Dia merupakan zat adiktif yang lebih banyak disalahgunakan masyarakat /pelajar karena gampang dijangkau dengan harga yang murah," ujarnya.

“Kenapa tidak diberantas saja lem aibon? Tak semudah itu. Oleh karena itu ada regulasi yang harus mengayomi mengakomodir terkait dengan permasalahan tersebut. Sama prinsipnya narkotika lain jenis lain, sepanjang itu digunakan untuk peruntukannya yang diatur dalam undang-undang tidak ada masalah, tetapi ketika disalahgunakan menjadi penyalahgunaan terhadap narkotika itu sendiri," jelasnya.

Selanjutnya beliau juga menambahkan, BNN akan merekomendasikan Perda-perda agar memasukkan lem aibon secara khusus untuk mengurangi penyalahgunaan barang tersebut.

Sementara, PJ Walikota Ternate dalam pemaparan nya menjelaskan, “Sebenarnya kita ini sudah lakukan segala acara, yang tadi kita diskusikan. Bahwa program itu artinya instrumen, instrument itu sudah semua. Tapi kita lupakan sebenarnya yang paling utama adalah lingkungan keluarga. Itu sumbernya disitu, kalau pendidikan keluarganya baik pasti kita bisa membantu pemerintah untuk melakukan pencegahan narkoba. Untuk pencegahan, peran BNN ini sungguh luas biasa, mari kita sama-sama untuk lakukan jangankan di pemerintah kota, kita masuk juga sosialisasi di perusahaan-perusahaan agar pekerja disana juga bebas narkoba. Jangan hanya mengharapkan BNN dan pemerintah saja. Karena kita juga harus dibantu stakeholder. Karena jika prilaku masyarakat tidak berubah itu susah. Mulai saja dari lingkungan rumah tunjukan kepedulian,” tambahnya.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan agar pemerintah, BNN, sekolah serta masyarakat dapat bersama-sama perang melawan narkoba khususnya di Maluku Utara. (Tim Redaksi)

BERITA LAINNYA