#

APEKSI XVII Satukan 96 Pemerintah Kota, Wali Kota Ternate Dorong Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah

PEMKOT TERNATE - Kolaborasi antardaerah, penguatan investasi, pemberdayaan UMKM, dan inovasi pelayanan publik menjadi fokus utama Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Forum nasional yang diikuti 96 pemerintah kota tersebut turut dihadiri Wakil Ketua II APEKSI sekaligus Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si sebagai bentuk komitmen memperkuat sinergi antarpemerintah kota dalam mewujudkan pembangunan yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Rakernas XVIII APEKSI menjadi forum strategis bagi pemerintah kota di seluruh Indonesia untuk memperkuat kolaborasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui promosi investasi, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengembangan berbagai potensi unggulan yang dimiliki setiap daerah.

APEKSI bersama Pemerintah Kota Medan memastikan seluruh rangkaian persiapan penyelenggaraan Rakernas XVIII telah matang. Mengusung tema "Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat", forum nasional tersebut menjadi ruang strategis bagi para wali kota untuk memperkuat kolaborasi, merumuskan rekomendasi kebijakan, sekaligus berbagi praktik baik dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan perkotaan di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si saat mengikuti konferensi pers Rakernas XVIII APEKSI yang digelar di Balai Kota Medan, Selasa (30/6/2026). Konferensi pers tersebut menghadirkan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam, Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto, S.H., M.Kn., serta Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana S.E, M.Si. untuk menyampaikan berbagai isu strategis dan agenda pelaksanaan Rakernas XVIII APEKSI Tahun 2026.

Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si menyampaikan bahwa Rakernas APEKSI merupakan ruang bersama bagi seluruh pemerintah kota untuk saling berbagi pengalaman, mempererat kerja sama, serta membangun berbagai inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

"Forum ini menjadi kesempatan bagi pemerintah kota untuk saling bertukar pengalaman, memperkuat sinergi, dan menghadirkan berbagai inovasi yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik maupun pembangunan daerah," jelas Wali Kota.

Menurut Wali Kota, kolaborasi antarkota merupakan salah satu kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks.

"Sinergi yang terus dibangun antarpemerintah kota akan memperkuat kemampuan daerah dalam menciptakan pembangunan yang adaptif, inovatif, inklusif, serta berkelanjutan," lanjut Wali Kota.

Wali Kota Ternate juga menilai Rakernas menjadi ruang penting bagi setiap pemerintah kota untuk saling belajar melalui berbagai praktik baik yang telah diterapkan daerah lain. Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah digitalisasi layanan perpajakan Qresto milik Pemerintah Kota Medan yang dinilai memiliki potensi meningkatkan pendapatan asli daerah.

Selain itu, Wali Kota Ternate mendorong agar isu pengelolaan sampah, khususnya di wilayah pesisir dan kepulauan, memperoleh perhatian lebih besar dan menjadi bagian dari rekomendasi yang dihasilkan dalam Rakernas XVIII APEKSI.

Rangkaian Rakernas XVIII APEKSI berlangsung selama sepekan dengan menghadirkan berbagai agenda strategis. Kegiatan diawali pada 28–29 Juni 2026 melalui Youth City Changers dan Forum Pangan yang mempertemukan generasi muda, akademisi, serta para pemangku kepentingan untuk membahas berbagai isu pembangunan perkotaan.

Pada 30 Juni 2026, agenda dilanjutkan dengan registrasi peserta, forum diskusi, serta Gala Dinner yang dirangkaikan dengan penutupan Gelar Melayu Serumpun (GEMES) sebagai momentum mempererat kebersamaan antarkepala daerah.

Selanjutnya, pada 1 Juli 2026, peserta mengikuti Upacara Hari Jadi ke-436 Kota Medan, Ladies Program, Dialog Kota Tangguh, berbagai forum tematik, city tour, pembukaan Indonesia City Expo, hingga pembukaan resmi Rakernas XVIII APEKSI.

Memasuki 2 Juli 2026, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama, penanaman pohon, penandatanganan prasasti, sidang pleno, penutupan Rakernas, serta Karnaval Nusantara yang menjadi salah satu agenda puncak kegiatan.

Selain sidang utama, Rakernas XVIII APEKSI juga menghadirkan sejumlah forum tematik, antara lain Forum Pangan, Forum Bappeda, Forum Lingkungan Hidup, Forum Bisnis, dan Forum Komunikasi dan Digital. Melalui forum-forum tersebut, pemerintah kota diharapkan dapat menyusun solusi konkret atas berbagai persoalan perkotaan sekaligus memperkuat kolaborasi antardaerah.

Indonesia City Expo, pentas seni, dan bazar UMKM turut digelar sepanjang 1–3 Juli 2026 sebagai wadah promosi investasi, produk unggulan, serta potensi daerah dari berbagai kota di Indonesia.

Rakernas XVIII APEKSI diikuti oleh perwakilan dari 96 pemerintah kota yang terdiri atas 88 wali kota, empat wakil wali kota, dua sekretaris daerah, dan satu kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Kehadiran para kepala daerah tersebut semakin menegaskan posisi APEKSI sebagai forum strategis dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antarpemerintah kota di Indonesia.

Selain menghasilkan berbagai rekomendasi kebijakan, penyelenggaraan Rakernas XVIII APEKSI juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Kota Medan. Kehadiran ribuan delegasi selama lima hari diperkirakan mampu mendorong perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp17 miliar.

Kontribusi terbesar terhadap perputaran ekonomi tersebut berasal dari sektor jasa penyelenggaraan kegiatan sebesar 50,22 persen, disusul sektor hotel dan akomodasi sebesar 37,13 persen, sektor makanan, minuman, dan UMKM sebesar 11,27 persen, serta sektor transportasi sebesar 1,37 persen.

Sebanyak 375 pelaku UMKM turut dilibatkan dalam berbagai lokasi kegiatan, terdiri atas 179 UMKM di Galeri MPP, 50 UMKM di Hotel Santika, 65 UMKM di Lapangan Benteng, dan 81 UMKM di Lapangan Merdeka. Produk yang dipamerkan didominasi sektor kuliner, kriya, fesyen, kesehatan, dan kecantikan sebagai upaya memperkenalkan potensi ekonomi kreatif dari berbagai daerah.

Wali Kota Ternate berharap semangat kolaborasi yang terbangun selama Rakernas XVIII APEKSI dapat terus diwujudkan melalui berbagai program nyata di setiap daerah.

"Kolaborasi antarkota harus terus diperkuat agar mampu melahirkan inovasi, meningkatkan daya saing daerah, serta menghadirkan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Semangat kebersamaan yang terbangun dalam Rakernas ini harus menjadi energi untuk terus mempercepat pembangunan di seluruh kota di Indonesia," tutup Wali Kota.

Rakernas XVIII APEKSI di Kota Medan diharapkan menghasilkan berbagai rekomendasi kebijakan yang mampu memperkuat ketahanan kota di berbagai sektor, mulai dari penguatan fiskal daerah, peningkatan kualitas pelayanan publik, transformasi digital, penanganan perubahan iklim, hingga pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Semangat yang dibangun dalam forum tersebut menegaskan bahwa kemajuan kota-kota di Indonesia hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat, karena tidak ada satu pun kota yang mampu berkembang sendiri. (Tim_IKP Diskominfo Ternate)

Berita

Berita Lainnya

#

Semarak Piala Dunia di Ternate, Wakil Wali Kota Hadiri Nobar dan Apresiasi Antusiasme Warga

PEMKOT TERNATE – Semarak Piala Dunia FIFA 2026 terasa kuat di Kota Ternate. Ribuan warga ...

#

Wali Kota Ternate Sampaikan Jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi DPRD terhadap Ranperda APBD 2025

PEMKOT TERNATE – Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si menyampaikan jawaban ...

#

Didampingi Bappenas dan KNGI, Ternate Percepat Persiapan Menuju Geopark Nasional

PEMKOT TERNATE - Dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan Geopark Ternate kembali d ...

#

Melalui Rabu Menyapa, Sekda Dorong Kecamatan dan Kelurahan Tingkatkan Kualitas Layanan Jelang JKPI 2026

PEMKOT TERNATE - Pemerintah Kota Ternate terus mendorong penguatan tata kelola pemerintaha ...