Dari Benteng Kalamata ke Tolukko, Fort to Fort Nusantara Raya Run Jadi Daya Tarik Rakernas JKPI XII di Ternate
PEMKOT TERNATE - Semangat olahraga dan kecintaan terhadap warisan sejarah berpadu dalam Fo ...
PEMKOT TERNATE - Kekayaan alam, tradisi, serta jejak pusaka Kota Ternate meninggalkan kesan tersendiri bagi delegasi mancanegara yang hadir dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) XII 2026. Delegasi dari Melaka, Malaysia, dan Jepang tidak hanya mengikuti rangkaian agenda Rakernas, tetapi juga turut merasakan langsung suasana budaya Ternate melalui Pawai Budaya dan Karnaval JKPI 2026.
Dalam pawai yang mengusung tema “The Light of Heritage”, kedua delegasi tampil mengenakan busana khas negara masing-masing dan berjalan bersama delegasi kota-kota anggota JKPI. Kehadiran mereka menjadi bagian dari perjumpaan budaya yang memperlihatkan keberagaman tradisi dalam satu panggung di Kota Ternate.
Keikutsertaan delegasi mancanegara tersebut sekaligus memperkuat suasana kebersamaan dalam rangkaian Rakernas XII JKPI. Pawai yang mengambil rute dari Benteng Oranje, melintasi Jalan Sultan Khairun, hingga Ngara Lamo di depan Kedaton Kesultanan Ternate, menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mengenal lebih dekat ruang-ruang pusaka dan kehidupan budaya masyarakat Ternate.
Bagi delegasi asal Melaka, Malaysia, Rosli Bin Haji Nor, kunjungan ke Ternate menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Untuk pertama kalinya datang ke kawasan Indonesia Timur, ia mengaku terpikat dengan keramahan masyarakat serta keindahan alam Ternate.
“Pengalaman saya sangat menarik karena ini pertama kali saya datang ke Indonesia Timur. Masyarakatnya sangat ramah, lautnya indah, dan gunung-gunungnya juga sangat mengagumkan. Saya sangat suka Ternate,” ujar Rosli Nor.
Tidak hanya menikmati alam, ia juga memberikan perhatian terhadap tradisi yang masih dipertahankan masyarakat Ternate. Menurutnya, keaslian dan keunikan tradisi menjadi kekuatan yang dapat diperkenalkan lebih luas kepada dunia.
“Tradisinya sangat bagus, karena saya kira masih sangat asli, masih tidak ada di tempat lain. Jadi saya kira kalau tradisi Ternate ini dipersembahkan untuk dunia, mereka sangat gembira karena ia sangat unik, sangat asli, dan terpelihara,” katanya.
Rosli berharap kekayaan budaya Ternate dapat terus dijaga dan dikembangkan hingga memperoleh pengakuan di tingkat internasional.
“Semoga Ternate akan bisa menjadi kota pusaka warisan dunia UNESCO. InsyaAllah,” harapnya.
Sementara itu, delegasi asal Jepang juga menyampaikan kesan positif setelah mengikuti rangkaian kegiatan di Ternate. Ia menggambarkan Ternate sebagai pulau yang memiliki kekayaan alam serta masyarakat yang sangat ramah.
“Oh, it’s been great. It’s a beautiful island, great nature and super friendly people. (Pengalaman saya sangat menyenangkan. Ternate adalah pulau yang indah, memiliki alam yang luar biasa dan masyarakat yang sangat ramah),” ujarnya.
Keberadaan berbagai situs pusaka di kawasan Kota Ternate turut menjadi perhatian delegasi Jepang. Menurutnya, ketertarikan masyarakat terhadap warisan budaya merupakan hal penting untuk memastikan pusaka tetap terjaga hingga generasi mendatang.
“There are so many heritage sites around the city. And the people seem really interested in the heritage, which is also really important. So I really feel that the next generation will take care of the heritage properly. So that’s very good. It’s very nice to see. (Ada begitu banyak situs pusaka di sekitar kota. Masyarakat juga terlihat sangat tertarik terhadap pusaka, dan hal itu sangat penting. Saya merasa generasi berikutnya akan menjaga pusaka ini dengan baik. Itu sangat bagus dan menyenangkan untuk dilihat),” katanya.
Kunjungan selama empat hari dinilai belum cukup untuk menikmati lebih banyak kekayaan Ternate. Delegasi Jepang pun berharap dapat kembali berkunjung dengan waktu yang lebih panjang.
Kesan kedua delegasi tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman mengikuti Rakernas XII JKPI di Ternate tidak hanya berlangsung melalui agenda resmi, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan pengalaman menikmati kekayaan budaya serta lingkungan kota.
Bagi Kota Ternate, kehadiran delegasi mancanegara dalam Rakernas JKPI XII menjadi kesempatan untuk memperkenalkan identitas Kota Rempah melalui sejarah, tradisi, alam, serta situs-situs pusaka yang masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Melalui perjumpaan tersebut, Ternate tidak hanya menjadi tempat penyelenggaraan agenda kota-kota pusaka Indonesia, tetapi juga ruang bertemunya pengalaman dan perspektif dari berbagai negara. Apresiasi para delegasi diharapkan turut memperluas cerita tentang kekayaan pusaka Ternate dan memperkuat jejaring budaya di tingkat internasional. (Tim_IKP Diskominfo Ternate)
PEMKOT TERNATE - Semangat olahraga dan kecintaan terhadap warisan sejarah berpadu dalam Fo ...
PEMKOT TERNATE - Rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia ...
PEMKOT TERNATE - Gagasan menjadikan City Gallery sebagai ruang yang mempertemukan sejarah, ...
PEMKOT TERNATE - Semangat persaudaraan antarkota pusaka Indonesia akan mewarnai Gelar Buda ...