#

Pemkot Ternate Dukung Pelestarian Kearifan Lokal Melalui Ritual Ake Ma Sou 2026

PEMKOT TERNATE - Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si., bersama Wakil Wali Kota Ternate Nasri Abubakar, menghadiri Ritual Ake Ma Sou 2026 yang mengusung tema "Do'a, Tradisi, dan Gerakan Bersama Menjaga Sumber Kehidupan", di kawasan sumber air Ake Gaale, Kelurahan Sangaji, Kecamatan Ternate Utara, Senin (3/8/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Perumda Ake Gaale Kota Ternate bersama Pemerintah Kelurahan Sangaji tersebut merupakan bentuk pelestarian tradisi sekaligus upaya memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber air yang menjadi penopang utama kebutuhan air bersih Kota Ternate.

Ritual Ake Ma Sou dirangkaikan dengan pembersihan kawasan Ake Gaale I dan Ake Gaale II, dilanjutkan ziarah kubur dan doa bersama, tahlilan, ziarah makam keramat, pembacaan doa di sumber air Ake Gaale, hingga ramah tamah bersama masyarakat.

Turut hadir Direktur Perumda Ake Gaale Firman Mudaffar Syah, Ketua Baznas Kota Ternate Drs. H. Adam Ma'rus, M.Pd., Camat Ternate Utara Sunarto M. Taher, SP., Lurah Sangaji, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga Kelurahan Sangaji.

Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus menjaga keberlangsungan ritual adat tersebut sebagai bagian dari pelestarian kearifan lokal yang memiliki makna penting bagi keberlangsungan sumber daya air di Kota Ternate.

Dalam sambutannya, Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat dan Perumda Ake Gaale dalam menjaga tradisi yang memiliki makna penting bagi pelestarian lingkungan, terutama di tengah musim kemarau dan anomali cuaca yang berpotensi memengaruhi ketersediaan air bersih.

Wali Kota mengatakan sekitar 60 persen sumber air Kota Ternate berasal dari kawasan Ake Gaale, sehingga keberadaan kawasan tersebut harus dijaga bersama.

"Ritual ini bukan sekadar tradisi, tetapi mengandung pesan agar kita menjaga sumber kehidupan. Jangan membuang sampah, jangan membuang air kecil atau air besar, maupun meludah di kawasan sumber air. Kita harus menjaga Ake Gaale karena sekitar 60 persen kebutuhan air baku Kota Ternate berasal dari sini," ujar Wali Kota.

Selain menjaga tradisi, Wali Kota juga menyinggung Program IUWAS Plus yang mendorong pembangunan sumur resapan sebagai bagian dari upaya mempertahankan daerah tangkapan air (catchment area). Dari target 1.000 sumur resapan, hingga kini baru terealisasi sekitar 200 unit sehingga upaya tersebut akan terus dilanjutkan sesuai kemampuan daerah.

Usai kegiatan, Wali Kota kembali menegaskan bahwa Ritual Ake Ma Sou merupakan tradisi yang perlu terus dilestarikan karena mengandung nilai pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga sumber air.

Wali Kota juga menyambut baik usulan pengembangan ruang terbuka hijau di kawasan Ake Gaale serta mengapresiasi peran komunitas peduli lingkungan, termasuk Sahabat Ake Gaale dan Komunitas Peduli Air Hujan (KOPIAH), yang selama ini turut berkontribusi menjaga kelestarian sumber daya air di Kota Ternate. (Tim_IKP Diskominfo Ternate)

Berita

Berita Lainnya

#

Hadiri Pelantikan ISNU, Wali Kota Ternate Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Intelektualitas dalam Menjawab Tantangan Zaman

PEMKOT TERNATE - Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si., menghadiri sekaligus ...

#

Kepengurusan IBCA MMA Maluku Utara Resmi Dibentuk, Siap Cetak Atlet Berprestasi

PEMKOT TERNATE - Provinsi Maluku Utara kini resmi memiliki kepengurusan Indonesia Beladiri ...

#

Pemkot Ternate dan PGRI Bersinergi Tekan Angka Anak Putus Sekolah di Ternate

PEMKOT TERNATE - Pemerintah Kota Ternate terus memperkuat langkah nyata dalam memastikan s ...

#

Peringati Hari Anak Nasional, Sekda Tekankan Pentingnya Kolaborasi Bangun Generasi Berkualitas

PEMKOT TERNATE - Suasana penuh keceriaan mewarnai peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang ...