#

Masa Tanggap Darurat Karhutla Berakhir, Pemkot Ternate Lanjutkan Pemulihan dan Evaluasi

PEMKOT TERNATE - Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si didampingi Wakil Wali Kota Ternate Nasri Abubakar, Sekretaris Daerah Kota Ternate sekaligus Ketua Posko Tanggap Darurat, Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM. memimpin apel penutupan Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di TPA Buku Deru-Deru, Kelurahan Takome. Jum'at (23/10/2026)

Apel diikuti oleh Kepala BPBD Kota Ternate, Tonny S. Pontoh, S.Sos., M.Si.; Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate, Musli Mohamad, S.T., M.Eng.; serta Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Naim Syafar, S.H., Camat Ternate Barat Hamid Muhammad, SE. bersama personel Damkar, BPBD, Basarnas, TNI-Polri, serta seluruh personel dari instansi terkait yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Karhutla.

Apel tersebut menandai berakhirnya masa tanggap darurat Karhutla di TPA Buku Deru-Deru setelah melalui rangkaian penanganan intensif oleh tim gabungan. Masa tanggap darurat yang berlangsung sejak 3 Oktober dan diperpanjang hingga 23 Oktober 2026 resmi dihentikan seiring dengan terkendalinya kebakaran dan berakhirnya fase penanganan darurat.

Dalam amanatnya, Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Ternate menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada seluruh personel tim gabungan yang telah bekerja keras memadamkan api dan mengendalikan asap yang sempat mengancam lingkungan serta kesehatan warga.

Wali Kota menyebutkan, kolaborasi lintas instansi menjadi kunci dalam mempercepat penanganan kebakaran, mulai dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Pemkot Ternate melalui Damkar, BPBD, DLH, Dinas Kesehatan, TNI-Polri, Basarnas, Kementerian PU, Perumda Ake Gaale, Baznas, hingga berbagai lembaga, komunitas, paguyuban, pengusaha dan pelaku UMKM yang turut memberikan dukungan.

“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial. Sinergi seluruh pihak terbukti membantu mempercepat proses pemadaman dan mengamankan wilayah terdampak,” ujar Wali Kota.

Menurutnya, penanganan kebakaran di TPA Buku Deru-Deru memiliki tantangan tersendiri karena tumpukan sampah memicu munculnya titik api di bawah permukaan (ground fire) yang sulit dipadamkan hanya melalui penyiraman dari atas. Karena itu, koordinasi dalam pengerahan alat berat dan penyediaan pasokan air secara berkelanjutan menjadi bagian penting selama penanganan.

Selain pemadaman, tim gabungan juga melakukan pemantauan kualitas udara di sekitar permukiman warga untuk mengantisipasi dampak asap terhadap kesehatan, terutama risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Wali Kota menegaskan, berakhirnya masa tanggap darurat bukan berarti seluruh upaya penanganan dihentikan. Pemkot Ternate kini mengalihkan fokus pada pemulihan pascakebakaran, rehabilitasi dan rekonstruksi, mitigasi potensi bahaya, serta evaluasi dan penataan kembali sistem pengelolaan sampah di TPA Buku Deru-Deru.

Langkah lanjutan tersebut diharapkan dapat memulihkan kondisi lingkungan sekaligus memperkuat upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (Tim_IKP Diskominfo Ternate)

Berita

Berita Lainnya

#

Pemkot Ternate Raih Peringkat III Skor Arsip ASN Kanreg XI BKN

PEMKOT TERNATE - Pemerintah Kota Ternate meraih peringkat III dalam penilaian Skor Arsip A ...

#

Peringati Hari Pangan Sedunia, Sekda Dorong Gastronomi Perkuat Branding Ternate Kota Rempah

PEMKOT TERNATE - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM. m ...

#

Kebakaran TPA Buku Deru-Deru Mendekati 100 Persen Tertangani, Pemkot Siapkan Tahap Pemulihan

PEMKOT TERNATE - Pemerintah Kota Ternate terus mengintensifkan penanganan kebakaran di Tem ...

#

Pemkot Ternate Perkuat Konsolidasi Pengadaan untuk Tingkatkan Efisiensi Belanja dan Pemberdayaan UMKM

PEMKOT TERNATE - Pemerintah Kota Ternate terus mendorong perbaikan tata kelola pengadaan b ...