Pemkot Ternate Tetapkan Status Tanggap Darurat Karhutla, Warga Diminta Waspada
PEMKOT TERNATE - Pemerintah Kota Ternate menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakar ...
PEMKOT TERNATE - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate yang juga Ketua Posko Tanggap Darurat Bencana Karhutla, Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM, meninjau langsung penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru, Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat, Rabu (7/10/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Sekda didampingi Direktur Utama Perumda Air Minum Ake Gaale Kota Ternate, Firman Mudaffar Sjah, SE, serta sejumlah kepala OPD terkait. Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pemadaman berjalan maksimal selama masa tanggap darurat yang ditetapkan Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, mulai 3 hingga 16 Oktober 2026.
Salah satu dukungan dalam penanganan Karhutla yakni penyediaan titik hidran oleh Perumda Air Minum Ake Gaale di Takome, tepatnya di ujung jembatan yang tidak jauh dari lokasi TPA. Hidran tersebut digunakan untuk mempercepat pengisian air bagi armada pemadam karena memiliki debit dan tekanan air yang cukup tinggi.
Direktur Utama Perumda Air Minum Ake Gaale Kota Ternate, Firman Mudaffar Sjah, S.E mengatakan pihaknya menyiapkan dukungan air untuk sejumlah armada yang digunakan dalam proses pemadaman.
"Baik mobil water cannon, mobil dump car, dan beberapa mobil lainnya kami siapkan untuk membantu pemadaman sumber-sumber api. Kami menyediakan satu titik hidran di lokasi ini karena debit dan tekanan airnya cukup tinggi sehingga bisa mempermudah dan mempercepat pengisian. Memang ada lokasi di depan TPA, tetapi debit airnya rendah. Titik ini cukup dekat dan debit airnya besar sehingga bisa membantu dari sisi waktu dan kebutuhan lainnya," ujar Dirut Ake Gaale.
Dirut Ake Gaale menambahkan, pelayanan air untuk kebutuhan pemadaman akan diberikan selama masa tanggap darurat hingga penanganan selesai. Setelah itu, titik tersebut direncanakan menjadi salah satu lokasi hidran dalam program jangka panjang Perumda Air Minum Ake Gaale.
"Pelayanan ini akan kami lakukan sampai selesainya masa tanggap darurat. Selanjutnya, sesuai program Perumda Air Minum Ake Gaale ke depan, salah satu titik hidran juga akan dibuat di sini. Yang kami lakukan hari ini tidak mengganggu pelayanan air kepada warga di wilayah Ternate Barat," jelasnya.
Sementara itu, Sekda Kota Ternate sekaligus Ketua Posko Tanggap Darurat Karhutla, Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM, mengatakan Pemkot Ternate mengerahkan seluruh kekuatan yang tersedia, termasuk tambahan armada water cannon dari Brimob dan Polres.
"SK tanggap darurat yang ditetapkan Bapak Wali Kota berlaku mulai tanggal 3 sampai 16 Oktober. Selama masa tanggap darurat ini, kami all out dengan melibatkan sejumlah armada, termasuk tambahan mobil water cannon dari Brimob dan Polres untuk menambah kekuatan tim dalam melakukan penyiraman di lokasi TPA Buku Deru-Deru. Hari ini Alhamdulillah sudah kurang lebih dua mobil water cannon yang sementara melakukan pengisian. Teman-teman media juga bisa melihat sendiri debit airnya cukup kuat," kata Sekda.
Menurut Sekda, penanganan akan dimaksimalkan selama 14 hari dan dapat diperpanjang apabila kebakaran belum sepenuhnya tertangani. TNI dan Polri juga terlibat membantu proses pemadaman, termasuk menarik selang dan melakukan pengurukan di lokasi.
"Terima kasih kepada teman-teman dari Polres dan Brimob yang sudah mengarahkan armadanya. TNI dan Polri juga sudah terlibat di lapangan untuk membantu tim Pemerintah Kota melakukan pemadaman. Ada yang membantu menarik selang, melakukan pengurukan, dan pekerjaan lainnya. Kami berharap dengan kerja sama dan kolaborasi ini, apa yang terjadi di TPA bisa segera diselesaikan," ujarnya.
Di sisi kesehatan, Pemkot Ternate mengaktifkan pos kesehatan dan melakukan pelayanan jemput bola ke rumah warga. Sekda menyebut Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate turun langsung memantau kondisi warga, terutama lansia dan balita yang sulit mendatangi posko.
"Jemput bola ini dilakukan untuk mengecek langsung kondisi warga di setiap rumah, karena mungkin ada lansia yang tidak bisa datang ke posko atau balita yang kondisinya tidak memungkinkan untuk dibawa keluar rumah. Tadi Ibu Kadis Kesehatan turun langsung dan mengecek warga. Alhamdulillah ada warga yang langsung ditangani ketika mengalami batuk atau flu. Saat saya turun ke posko, ada seorang bapak yang mengalami flu dan langsung ditangani oleh tim medis dari rumah sakit umum daerah," jelas Sekda.
Untuk kemungkinan evakuasi, pemerintah akan menunggu hasil pemeriksaan tim medis dan pemantauan kualitas udara. Arah angin yang berubah-ubah juga menjadi perhatian, meski mayoritas bergerak ke arah selatan dari titik kejadian.
"Kalau memang hasil penanganannya membutuhkan evakuasi, maka kita akan evakuasi. Kami juga meminta Ibu Kadis Kesehatan mempresentasikan sejauh mana kualitas udara yang ada benar-benar sudah mengganggu masyarakat. Karena anginnya berputar, kadang ke selatan, utara, barat maupun timur, tetapi mayoritas dari titik kejadian bergerak ke selatan," terang Sekda.
Sementara itu, aktivitas pelayanan sampah di TPA sempat terganggu setelah warga menutup akses masuk kendaraan. Setelah dilakukan koordinasi dan komunikasi, akses kembali dibuka sehingga kendaraan dapat membuang sampah. Namun, sampah tidak lagi dibuang di area yang telah terbakar dan akan diarahkan ke lokasi baru dengan sistem penggalian.
Pemkot Ternate melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga telah berkoordinasi dengan DLH Provinsi Maluku Utara dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait kronologi serta penyebab kebakaran dan langkah penanganan ke depan. Pemerintah juga menyiapkan perubahan sistem pengelolaan TPA dari open dumping menuju sanitary landfill.
"Open dumping memang sudah tidak diperbolehkan lagi karena aturan sudah melarang. Sekarang sanitary landfill menjadi pilihan bagi kota-kota yang memiliki volume sampah besar. Karena itu kami akan mengubah dari open dumping menjadi sanitary landfill. Ini menjadi salah satu hikmah dari kejadian ini, karena warga di sekitar TPA sudah cukup lama berdekatan dengan lokasi tersebut. Dengan sanitary landfill, metodenya berbeda dan diharapkan tidak menimbulkan bau," jelas Sekda.
Selain itu, pembangunan pagar TPA dinilai penting untuk mencegah kebakaran dari luar masuk ke dalam kawasan maupun sebaliknya. Untuk penanganan masa tanggap darurat, Pemkot Ternate menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT).
Sekda berharap kondisi cuaca turut membantu proses pemadaman. "Kami berharap hujan segera turun sehingga proses pemadaman bisa lebih cepat dan asap yang sudah dirasakan masyarakat selama kurang lebih lima hari ini dapat segera berkurang," ujarnya.
Pemkot Ternate bersama Perumda Air Minum Ake Gaale, TNI, Polri, Brimob, tenaga kesehatan dan masyarakat terus melakukan penanganan secara terpadu untuk mempercepat pemadaman, melindungi kesehatan warga, menjaga pelayanan persampahan, serta menyiapkan perbaikan sistem pengelolaan TPA. (Tim_IKP Diskominfo Ternate)
PEMKOT TERNATE - Pemerintah Kota Ternate menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakar ...
PEMKOT TERNATE - Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si membuka Focus Group Disc ...
PEMKOT TERNATE - Pemerintah Kota Ternate memberikan perhatian terhadap warga yang terdampa ...
PEMKOT TERNATE - Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si meminta DPD Komite Nasi ...