#

Wali Kota Ternate Tutup Gebyar Hari Santri 2026, Tekankan Kolaborasi Pendidikan

PEMKOT TERNATE - Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si menghadiri sekaligus menutup rangkaian Gebyar Hari Santri 2026 di Auditorium IAIN Ternate, Kamis (29/10/2026). Kegiatan bertema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dan generasi muda dalam membangun masyarakat melalui pendidikan, karakter, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam sambutannya, Wali Kota mengapresiasi keluarga besar IAIN Ternate atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Wali Kota juga menegaskan dukungan Pemerintah Kota Ternate terhadap pengembangan IAIN menuju Universitas Islam Negeri (UIN) Ternate, yang dinilai sejalan dengan potensi sejarah dan ketokohan Sultan Baabullah sebagai bagian penting dari identitas daerah.

“Pemerintah Kota Ternate mendukung upaya pengembangan IAIN menuju UIN Ternate. Penguatan perguruan tinggi akan menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia sekaligus mendukung Ternate sebagai kota jasa, yang turut ditopang oleh aktivitas pendidikan, mahasiswa, dan berbagai kegiatan berskala nasional,” ungkap Wali Kota.

Wali Kota menjelaskan, keberadaan perguruan tinggi memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi daerah, mulai dari usaha kos-kosan, warung, hingga berbagai layanan lainnya. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen mendukung kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses jalan dan ketersediaan air bersih, serta mengajak perguruan tinggi berkolaborasi dalam penanganan persoalan sampah.

Menurut Wali Kota, pengelolaan sampah perlu dimulai dari sumbernya dengan melibatkan pemerintah, kampus, sekolah, dan masyarakat. Lingkungan pendidikan diharapkan dapat menjadi pelopor kebiasaan hidup bersih, termasuk melalui pemilahan sampah organik dan anorganik serta penyediaan sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata.

Selain pembangunan daerah, Wali Kota menyoroti pentingnya menyelaraskan pendidikan karakter di sekolah, rumah, dan masjid. Nilai-nilai yang diterima anak di ketiga lingkungan tersebut perlu saling mendukung agar generasi muda memiliki pedoman yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

“Pendidikan tidak dapat dibebankan kepada sekolah saja. Perlu ada kesamaan pemahaman antara guru, orang tua, dan pengelola masjid agar nilai yang diterima anak di sekolah, rumah, dan lingkungan keagamaan saling menguatkan. Pertemuan rutin dan kerja sama antarpihak perlu dibangun untuk mendukung pendidikan yang lebih menyeluruh,” kata Wali Kota.

Wali Kota juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki tanggung jawab, semangat persaudaraan, serta kepedulian terhadap bangsa dan daerah. Upaya tersebut dinilai penting sebagai bagian dari ikhtiar bersama menuju Indonesia Emas 2045.

Menutup sambutannya, Wali Kota berharap kegiatan Hari Santri pada masa mendatang dapat dikembangkan melalui bentuk kegiatan yang lebih beragam dan melibatkan generasi muda secara aktif. (Tim_IKP Diskominfo Ternate)

Berita

Berita Lainnya

#

Buka Rakor Peningkatan Kinerja, Wali Kota Ternate Minta Camat dan Lurah Lebih Aktif Turun ke Lapangan

PEMKOT TERNATE - Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si membuka Rapat Koordinasi ...

#

Libatkan Perempuan, Program Perhutanan Sosial 1.400 Hektare di Maluku Utara Jadi Proyek Percontohan Nasional

PEMKOT TERNATE - Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si menyatakan kesiapan Peme ...

#

Peringati Hari Santri, Sekda: Ilmu Harus Berjalan Seiring dengan Akhlak dan Tanggung Jawab

PEMKOT TERNATE - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM me ...

#

Wakil Wali Kota Apresiasi Legu Tara No Ate sebagai Ruang Pelestarian Warisan Budaya Ternate

PEMKOT TERNATE - Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, menghadiri acara penutupan Festi ...