Selasa, 07 September 2010

LPP APBD
  Tahun Anggaran 2008
  Download File

  Tahun Anggaran 2007
  Download File

  Tahun Anggaran 2006
  Download File
Kotak Saran
27 Agustus 2010 | 11:12
Ir. Rusli Sudin Assalamu'alaikum Pemda Ternate.....

Pertama-tama saya mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa ......
Saya Selengkapnya...

26 Agustus 2010 | 23:40
kieraha selamat atas terpilihnya walikota baru...
moga2 bapak walikota menempatkan seseorang berdasarkan Selengkapnya...

19 Juli 2010 | 14:03
achmad fauzi yth. pemda kota ternate....
saya achmad fauzi mahasiswa akuntansi di salah Selengkapnya...

Statistik Web
 Hari Ini : 11
 Kemarin : 199
 Minggu Ini : 1411
 Bulan Ini : 1411

 Total Pengunjung :
 85781

Diperbarui :
13 Agustus 2010 - 01:

Index > >

» Potensi daerah

Perkebunan

Letusan gunung gamalama pernah menggelegar dan mengeluakan lahar serta abu vulkanik. Letusan gunung ini meninggalkan jejak yaitu daerah wisata batu angus berupa lahar yang telah membeku dan tersebar dikaki gunung.muntahan debu dan abu vulkanik itu juga meninggalkan jejak berupa tanah yang subur serta alam yang begitu indah.

Berbagai tumbuhan perkebunan seperti cengkih, pala, dan fuli, tumbuh dari bumi ternate. Dengan jenis tanah rogusal dan rensika, komoditas itu dinilai sebagai komoditas dengan kualitas yang terbaik dipasaran internasional.meski masih dikelola dengan cara tradisional, komonitas ternate seperti pala, cokelat, cengkih, dan lada telah dikapalkan ke berbagai penjuru dunia melalui pelabuhan achmad yani. Negara yang paling banyak menjadi tujuan ekspor adalah amerika, cina taiwan dan jepang, sebagaimana tercatat selama empat tahun (2002-2006).

Dari sisi komoditas, kelapa adalah tumbuhan yang paling banyak diproduksi yaitu 2.477,07 ton. Jumlah ini masih lebih tinggi dibandingkan cengkih yaitu 824,46 ton. Selanjutnya pala 580,35 ton, dan kayu manis 115,13 ton. Secara lebih jelas, data produksi komoditas tahun 2006 itu dapat dilihat dibawah ini :

Kelapa                         : 2.447.07
Coklat                          : 32,71 ton
Cengkeh                      : 824,46 ton
Pala                             : 580,35

Pesatnya sector perkebunan ini berpengaruh besar pada peningkatan pertumbuhan ekonomi. Selama dua tahun terakhir (2005-2006) perkembangan perekonomian kota ternate relative stabil. Tren pertumbuhan positif yang terjadi di tahun 2005 terus berlanjut di tahun 2006. Pada tahun ini , pertumbuhan ekonomi kota ternate mencapai 7,21 persen atau tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun 2005.

Dari gambaran makro ekonomi kota ternate selama tahun 2005 dan 2006., maka dapat diprediksikan untuk tahun 2007 pertumbuhan ekonomi kota ternate sebesar 8,35 persen atau 1,14 persen dari tahun 2006, dengan asumsi adanya peningkatan investasi pada berbagai sector yang didukung kemudahan lembaga keuangan (permodalan) serta kemudahan birokrasi (perijinan) dan sebagainya.

Perikanan

Karakter geografis kota kepulauan antara 127’ bujur timur dan 124’ bujur barat dengan  luas perairan yang luas berhadapan ke utara dengan samudera pasifik, membuat ternate memiliki kekayaan laut yang sangat potensial untuk dikembangkan. Diperkirakan terdapat dilautan sekitar ternate. Kota ternate memiliki potensi perikanan yang sangat melimpah sekitar 18.133 ton produksi setiap tahunnya.
Potensi perikanan yang baru diproduksi masih jauh lebih kecil dari kandungan potensi potensi atau nilai produksi. Dengan kata lain, masih begitu banyak potensi yang belum diolah.

Pemerintah kota telah membangun infrastruktur pelelangan yang sangat memadai sehingga nelayan bisa leluasa beraktivitas dan menjual hasil tangkapan ikannya yang melimpah. Data dinas perikanan dan kelautan kota ternate menunjukan jumlah produksi perikanan sepanjang  tahun 2005 mencapai angka 10.118,8 ton. Ini lebih tinggi jika dibandingkan data tahun 2004 yaitu 10.048,5 ton dan tahun 2003 yaitu 9.998,5 ton. Secara lebih jelas, terlihat pada data produksi hasil perikanan :

Tahun

Produksi

2003
2004
2005

9.998,5
10.048,5
10.118,8

 
Perdagangan

Naluri berdagang yang telah lama hidup dalam masyarakat ternate menemukan bentuknya dalam perekonomian sekarang. Perdagangan menjadi kontributor pertama kegiatan perekonomian kota ternate. Pada tahun 2006, sumbangan dari perdagangan hotel, dan restoran sekitar rp 113,32 milyar dengan 97 persen didominasi unsur perdagangan,

Distribusi presentasi


Pengangkutan dan komunikasi                                             
Keuangan                                                                   
Jasa-jasa                                                                    
Pertanian                                                                    
Pertambangan dan pengalian                                     
Industri pengolahan                                                   
Perdagangan,jotel, dan restoran                                           
Bangunan                                                                   
Listrik,gas, dan air bersih                                         

 

: 18,84

: 7,39

: 18,05

:13,52

:5,03

:5,03

:30,95

: 3,73

: 1,48

Sumber : badan pusat statistic (bps) kota ternate

Mengacu pada data distribusi kegiatan ekonomi, sektor perdagangan memberi kontribusi sekitar 30,95 persen dari kegiatan ekonomi di kota ternate. Ini adalah sektor yang terbesar memberikan kontribusi jika dibandingkan dengan sektor lainya misalnya pengangkutan dan komunikasi sebesar 18,84 persen, atau jasa sebesar 18,04 persen.

Perdagangan merupakan kekuatan ternate. Letaknya yang strategis sebagai jalur transportasi niaga dan pariwisata ternate-bitung, ternate-papua, ternate-namlea, dan ternate-ambon, memungkinkan untuk mewujudkannya wilayah ini tumbuh menjadi kota perdagangan dan pariwisata.karena sector ini bertumpu pada jasa diperlukan pembenahan dan pendidikan sumber daya manusianya.

Peternakan
Tak hanya perkebunan dan perikanan saja yang mendatangkan penghasilan besar bagi warga ternate, sektor peternakan juga mencatat presentasi yang mengesankan. Sektor ini tak hanya memenuhi kebutuhan warga ternate, namun juga menjadi pemasok kebutuhan daging bagi warga kawasan timur indonesia populasi ternak yang paling besar adalah unggas yaitu 502,638. Sedangkan sapi 1,560, kambing 10.835. Terkhusus unggas, ditahun 2006, produksinya meningkat pesat dibandingkan tahun 2005 yang hanya mencapai 115,483, peningkatan ini disebabkan oleh perhatian serta dukungan pemerintah kota dalam bentuk insentif program serta bantuan modal bagi pengusaha.


Info Kota
Polling
Tempat Wisata di Ternate Yang Paling Sering Kamu Kunjungi









Lihat Hasil Polling
Tautan




Online Support

Yahoo! Messenger
M. Muzammil, A.Md Kom

Yahoo! Messenger
Nina Apriana, S.Kom

 

 Jln. Yos Sudarso, Ternate - Kode Pos : 97712 - INDONESIA (0921) 3122693 (0921) 3124698
Home | Web Team | E-Mail
copyright © 2010, Kominfo Ternate - All rights reserved