Sekda Ternate Buka Konferda ke-5 AMGPM, Dorong Pemuda Gereja Perkuat Persatuan dan Kolaborasi Pembangunan
PEMKOT TERNATE - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM mew ...
PEMKOT TERNATE - Kehadiran Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si, dalam forum Bacarita Basudara di Backyard Hotel Borobudur Jakarta, Minggu (26/4/2026), menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Ternate memperkuat hubungan dengan generasi muda, khususnya diaspora Ternate di Jakarta dan sekitarnya. Forum ini menghadirkan ruang dialog yang lebih santai, terbuka, dan setara antara pemerintah, komunitas muda, serta para pemangku kepentingan.
Bacarita Basudara merupakan bagian dari rangkaian program Discover The Natural Treasure of Ternate and Tidore hasil kolaborasi Pemerintah Kota Ternate, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, APEKSI, dan Hotel Borobudur Jakarta. Kegiatan tersebut mempertemukan lebih dari 100 diaspora muda Ternate dan Tidore Kepulauan bersama komunitas orang muda peduli kota yang tergabung dalam jaringan Timur Network dan APEKSI Muda.
Menjelang sore di area Backyard Hotel Borobudur, para peserta duduk melingkar tanpa panggung dan tanpa sekat formalitas. Tidak ada format seminar ataupun jarak antara narasumber dan peserta. Yang tercipta adalah ruang percakapan hangat yang dikenal sebagai bacarita, tradisi khas masyarakat Indonesia Timur yang lebih dari sekadar berbagi cerita.
Secara harfiah, bacarita berarti bercerita. Namun dalam budaya masyarakat timur Indonesia, bacarita memiliki makna sosial yang lebih luas sebagai ruang dialog, media berbagi pengalaman, sarana menjaga identitas budaya, hingga cara kolektif menemukan solusi atas persoalan bersama.
Forum ini dirancang dengan konsep “Ngobrol Tanpa Panggung” yang menghadirkan suasana santai, jujur, fleksibel, dan berbasis cerita. Setiap peserta diberikan ruang yang sama untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, maupun gagasan mengenai masa depan daerah.
Hadir sebagai Teman Bacarita antara lain Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, B.A., Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi Digital Tiar Nabilla Karbala, S.Mn., M.Sc., serta Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman, S.Sos.
Dalam suasana yang cair, percakapan berkembang dari cerita tentang kampung halaman, potensi daerah, tantangan pembangunan, hingga peluang kolaborasi yang dapat dibangun bersama. Tidak ada bahasa yang kaku. Yang muncul adalah pengalaman personal, keresahan, serta harapan terhadap masa depan kawasan timur Indonesia.
“Jauh boleh, tertinggal jangan,” menjadi ungkapan yang berulang disampaikan dalam forum. Kalimat tersebut menggambarkan semangat generasi muda untuk terus mendorong wilayah timur agar tumbuh dan berkembang setara dengan daerah lain.
Forum ini tidak berhenti pada diskusi dan curahan gagasan. Banyak peserta hadir membawa cerita tentang kontribusi nyata yang telah mereka lakukan, mulai dari membangun komunitas kreatif, mengembangkan produk berbasis komoditas lokal, hingga merintis wisata berbasis komunitas.
Kehadiran Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si menjadi salah satu perhatian dalam forum tersebut. Dalam dialog bersama peserta, Wali Kota menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan ruang publik yang dapat dimanfaatkan generasi muda untuk tumbuh dan berkarya.
Wali Kota menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Ternate telah membuka ruang publik seperti Benteng Oranje sebagai area kreativitas dan aktivitas anak muda. Selain itu, pemerintah juga menghadirkan musyawarah perencanaan pembangunan tematik komunitas sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan kota.
Forum mencapai suasana paling interaktif ketika peserta diajak membayangkan diri sebagai pengambil kebijakan. Dari sesi tersebut muncul berbagai gagasan konkret, seperti menghadirkan pengalaman khas Indonesia Timur melalui ruang tematik di kota lain serta pengembangan platform ekowisata berbasis storytelling yang mampu menghubungkan potensi lokal dengan pasar yang lebih luas.
Diskusi juga menegaskan pentingnya pembangunan manusia sebagai fondasi pembangunan daerah. Pendidikan, kesehatan, serta kualitas sumber daya manusia dinilai harus menjadi perhatian utama sebelum mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menanggapi berbagai gagasan tersebut, Wakil Menteri (Wamen) Ekonomi Kreatif Irene Umar, B.A., menekankan bahwa tantangan utama bukan pada minimnya potensi, melainkan bagaimana potensi yang beragam dapat dikelola secara terarah dan memiliki narasi bersama.
Wamen menyampaikan bahwa kekuatan kuliner, budaya, serta produk kreatif di Ternate, Tidore, dan wilayah timur Indonesia merupakan aset besar yang membutuhkan strategi promosi berkelanjutan agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Wamen juga menjelaskan bahwa kementeriannya tengah mendorong pemanfaatan platform digital seperti hunt.ekraf.go.id untuk memetakan dan menghubungkan potensi kreatif antarwilayah.
Sementara itu, Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi Digital Tiar Nabilla Karbala, S.Mn., M.Sc. menyoroti pentingnya memperluas jejaring kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta. Menurutnya, teknologi digital dapat menjadi sarana memperkuat akses pasar bagi produk daerah.
Forum Bacarita Basudara juga menghadirkan pengalaman budaya yang memperkuat identitas kawasan timur. Penampilan musik khas Ternate, sajian minuman tradisional air guraka, serta kudapan khas Maluku Utara menjadi bagian dari suasana kebersamaan yang terbangun sepanjang kegiatan.
Tidak hanya menjadi ruang diskusi, forum ini juga membuka peluang koneksi dan jejaring baru, termasuk peluang kerja dan kolaborasi lintas komunitas.
Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, menyebut bahwa forum ini mencerminkan dinamika anak muda di berbagai kota Indonesia yang tidak lagi pasif, tetapi aktif merespons tantangan sosial, ekonomi, dan pembangunan.
Menurutnya, generasi muda kini hadir sebagai bagian dari solusi kota, termasuk di tengah tekanan global, tantangan ekonomi, dan keterbatasan fiskal daerah. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan anak muda menjadi langkah penting dalam memperkuat pembangunan berbasis partisipasi.
Melalui Bacarita Basudara, Pemerintah Kota Ternate menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya dibangun melalui kebijakan, tetapi juga melalui ruang dialog yang terbuka. Kehadiran Wali Kota Ternate menjadi simbol bahwa pemerintah hadir untuk mendengar, merangkul, dan berjalan bersama generasi muda.
Forum ini menjadi pengingat bahwa dari cerita lahir gagasan, dari dialog tumbuh kepercayaan, dan dari kebersamaan tercipta jalan perubahan bagi masa depan kota. (Tim_IKP Diskominfo Ternate)
PEMKOT TERNATE - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM mew ...
PEMKOT TERNATE - Pemerintah Kota Ternate memperkuat promosi investasi daerah melalui penye ...
PEMKOT TERNATE - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM tu ...
PEMKOT TERNATE - Upaya memperkuat promosi pariwisata dan potensi ekonomi daerah kembali di ...