Rabu Menyapa di Puskesmas Gambesi, Sekda Ingatkan Peran Garda Terdepan Tenaga Kesehatan
PEMKOT TERNATE – Dalam rangka meningkatkan disiplin dan kualitas pelayanan kesehatan bag ...
PEMKOT TERNATE - Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate mengambil langkah strategis untuk menata sektor transportasi lokal sekaligus memperkuat sumber pendapatan daerah melalui kolaborasi dengan pihak swasta.
Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkot Ternate dan PT Global Asia Sejahtera yang berlangsung di Aula Lantai 3 Kantor Wali Kota Ternate, Rabu (31/12/2025). Penandatanganan dilakukan oleh Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si bersama Direktur PT Global Asia Sejahtera, Haia Andirini dan disaksikan oleh Sekretaris Daerah Kota Ternate Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM, mewakili Polres Ternate dan perwakilan Ci Ojek.
Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari peran pemerintah dalam mengelola urusan publik secara berkelanjutan, dengan menempatkan perlindungan masyarakat sebagai prioritas utama.
“Kerja sama ini kami lakukan untuk memberikan perlindungan langsung kepada Om Ojek dan Ci Ojek Andalan yang selama ini menjadi penggerak penting perekonomian kota,” jelas Wali Kota.
Wali Kota menjelaskan bahwa pengemudi ojek lokal telah dibina dan diperkuat oleh pemerintah sejak tahun 2022, serta memiliki peran aktif dalam mendukung berbagai kebijakan pemerintah. Bahkan, pada momentum aksi nasional pengemudi ojek daring beberapa waktu lalu, Om Ojek dan Ci Ojek justru menunjukkan peran yang berbeda.
“Di saat daerah lain bergejolak, Om Ojek dan Ci Ojek kita justru menjadi stabilisator. Ini menunjukkan mereka bukan hanya pelaku ekonomi, tetapi juga bagian penting dari ketahanan sosial kota,” ungkapnya.
Melalui kerja sama ini, Pemkot Ternate dan PT Global Asia Sejahtera akan mengembangkan aplikasi digital berbasis daring untuk pengelolaan transportasi lokal. Aplikasi tersebut dirancang melibatkan berbagai pihak, termasuk perbankan syariah seperti Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS), guna memperkuat perlindungan serta meningkatkan kesejahteraan pengemudi.
Wali Kota berharap pengembangan sistem digital ini dapat menjadi model dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah, sekaligus mendukung digitalisasi pengelolaan pendapatan, khususnya pada sektor retribusi dan parkir.
“Parkir di wilayah perkotaan seharusnya menjadi sektor unggulan pendapatan daerah. Dengan sistem digital, potensi ini bisa dimonitor dan ditingkatkan secara signifikan,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa di tengah kebijakan pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat, daerah dituntut untuk terus berinovasi agar tetap menjaga keseimbangan fiskal.
“Meski dilakukan di akhir tahun, kerja sama ini kami maknai sebagai langkah awal menyambut tahun baru, untuk memperkuat perlindungan Om Ojek dan Ci Ojek sekaligus meningkatkan pendapatan daerah,” pungkasnya. (Tim_IKP Diskominfo Ternate)
PEMKOT TERNATE – Dalam rangka meningkatkan disiplin dan kualitas pelayanan kesehatan bag ...
PEMKOT TERNATE - Dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan ruang publik dan mendorong aktivi ...
PEMKOT TERNATE - Pemerintah Kota (Pemkot Ternate) mengambil langkah konkret untuk memastik ...
PEMKOT TERNATE - Upaya memperkuat penanganan sampah hingga ke tingkat kecamatan terus dila ...