APEKSI XVII Satukan 96 Pemerintah Kota, Wali Kota Ternate Dorong Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah
PEMKOT TERNATE - Kolaborasi antardaerah, penguatan investasi, pemberdayaan UMKM, dan inova ...
PEMKOT TERNATE - Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si menghadiri Dialog Kota Tangguh yang menjadi salah satu agenda utama Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 di Grand City Hall, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Rabu (1/7/2026).
Dialog yang mengusung tema "Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat" tersebut menjadi ruang diskusi strategis bagi para Wali Kota untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah kota dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan perkotaan. Kegiatan menghadirkan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S. Hut. M.P., yang berdialog langsung bersama para wali kota dari berbagai daerah di Indonesia.
Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si menyampaikan bahwa mewujudkan kota tangguh tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, media hingga masyarakat sebagai pemangku kepentingan utama.
“Kuncinya kolaborasi agar kota tangguh bisa terwujud. Kita Pemerintah Kota Ternate juga turut berkontribusi mewujudkan itu (kota tangguh) dan bangsa yang berdaulat,” jelas Wali Kota.
Wali Kota menjelaskan, ketangguhan sebuah kota tidak hanya diukur dari kemajuan pembangunan fisik semata, tetapi juga ditentukan oleh kualitas tata kelola pemerintahan, kesiapan menghadapi bencana, kemampuan memperkuat perekonomian masyarakat, serta tingginya partisipasi warga dalam proses pembangunan.
“Ketangguhan kota harus dibangun secara menyeluruh dengan didukung seluruh pemangku kepentingan untuk beradaptasi terhadap perubahan,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S. Hut. M.P. menekankan bahwa penguatan kota tangguh menjadi salah satu fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan pada masa mendatang.
Menurut Wamenko, perubahan iklim, pertumbuhan jumlah penduduk, hingga ketidakpastian ekonomi global menuntut setiap pemerintah kota memiliki kemampuan beradaptasi sekaligus membangun sistem perkotaan yang tangguh dan berkelanjutan.
“Kota yang tangguh bukan hanya mampu menghadapi berbagai tantangan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk terus berkembang, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta menjaga keberlanjutan pembangunan,” ujarnya.
Wamenko menambahkan, pemerintah kota merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan publik sekaligus memastikan masyarakat terlindungi dari berbagai risiko yang dapat mengganggu stabilitas daerah.
Karena itu, konsep kota tangguh harus diwujudkan melalui pembangunan yang terpadu, mulai dari penguatan ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana, hingga penerapan tata kelola pemerintahan yang efektif dan responsif.
Melalui forum tersebut, para Wali Kota memperoleh kesempatan untuk bertukar gagasan, menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi di daerah, serta memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, pembangunan berkelanjutan, dan ketahanan kota di berbagai sektor.
Keikutsertaan Wali Kota Ternate dalam Dialog Kota Tangguh menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Ternate untuk terus memperkuat sinergi antardaerah, menyerap berbagai praktik baik, serta mendorong lahirnya kebijakan yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (Tim_IKP Diskominfo Ternate)
PEMKOT TERNATE - Kolaborasi antardaerah, penguatan investasi, pemberdayaan UMKM, dan inova ...
PEMKOT TERNATE - Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si bersama Ketua TP PKK Ko ...
PEMKOT TERNATE - Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, bersama Sekretaris Daerah Kota T ...
PEMKOT TERNATE – Semarak Piala Dunia FIFA 2026 terasa kuat di Kota Ternate. Ribuan warga ...