Minggu, 26 Juni 2022
 
Pemerintah Kota Ternate
Informasi terbaru seputar pemerintahan Kota Ternate
13 Mei 2022 - 19:19:51 - Read: 118

Pemkot Ternate Gelar Upacara Peringatan Hardiknas Tahun 2022

DISKOMINFO - Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Ternate Drs. H. Mochdar Din menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) tahun 2022 dengan tema “Pimpin Pemulihan, Bergerak untuk Merdeka Belajar”, Jum’at (13/5/22).

Upacara dihadiri oleh Forkopimda Kota Ternate, Para Asisten, Staf Ahli, dan Sejumlah Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Ternate.

Bertugas sebagai pemimpin Upacara Kepala Sekolah Islam 1 Kota Ternate Wahda S. Umsoohy, S.Pd dan Perwira Upacara Hi. Aflan Arif, S.Pd yang diikuti oleh seluruh guru dan sejumlah siswa/i SD dan SMP di Kota Ternate yang digelar di Halaman Wali Kota Ternate.

Asisten I, Drs. H. Mohdar Din membacakan amanat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud RI) menyampaikan bahwa selama dua tahun terakhir banyak sekali tantangan yang dihadapi bersama, dan kita semua dapat melewatinya.

“Hari ini saudara-saudaraku, adalah bukti bahwa kita jauh lebih tangguh dari semua tantangan, lebih berani dari rasa ragu dan tidak takut untuk mencoba, kita tidak hanya mampu melewati tapi berdiri di garis depan untuk memimpin pemulihan dan kebangkitan,” ucapnya.

“Ditengah hantaman ombak yang sangat besar kita terus melaut dengan kapal besar yang bernama merdeka belajar dan di tahun ini telah melalui pulau-pulau di seluruh Indonesia.
Kurikulum merdeka berawal dari upaya untuk membantu para guru dan murid pada saat pandemi ini, terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran,” pungkasnya.

Kini kurikulum merdeka sudah diterapkan di lebih dari 140 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Itu berari bahwa ratusan ribu anak Indonesia sudah belajar dengan cara yang jauh lebih menyenangkan dan lebih memerdekakan.

Anak-anak juga tidak perlu lagi khawatir dengan tes kelulusan karna asesment nasional yang sekarang kita gunakan tidak bertujuan untuk menghukum guru atau murid, tetapi sebagai bahan refleksi agar guru terus mendorong serta terdorong untuk belajar. Supaya kepala sekolah termotivasi untuk meningkatkan kualitas sekolahnya menjadi lebih inklusif dan bebas dari ancaman.

“Tahun ini kita buktikan diri bahwa kita tidak lagi hanya menjadi pengikut tetapi pemimpin dari gerakan pemulihan dunia,” tambahnya.

 “Langkah kita hari ini sudah semakin serentak, laju kita sudah semakin cepat, namun kita belum sampai di garis akhir, maka tidak ada alasan untuk berhenti bergerak walaupun sejenak. Kedepan masih akan ada angin yang kencang, ombak yang besar, serta rintangan yang jauh lebih tinggi, dan kita akan terus memegang komando memimpin pemulihan bersama bergerak untuk merdeka belajar,” tutupnya. (Tim_IKP Diskominfo)

BERITA LAINNYA