Kontingen Kota Ternate Tutup Porprov V dengan Prestasi Membanggakan
PEMKOT TERNATE - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia olahraga Kota Ternate. Kon ...
PEMKOT TERNATE - Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si secara resmi membuka kegiatan Spensa Expo 2026 yang diselenggarakan SMP Negeri 1 Ternate di halaman sekolah, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut dihadiri Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate Ridwan Ali, SE., ME., kepala sekolah, para guru, orang tua siswa, serta seluruh siswa SMP Negeri 1 Ternate.
Spensa Expo 2026 menampilkan berbagai hasil karya dan produk kewirausahaan siswa, dan pembukaannya di meriahkan dengan pertunjukan Star Band SMP Negeri 1 Ternate, tarian tradisional hingga atraksi Pasukan Baris Berbaris (PBB) yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah memberikan ruang bagi para siswa untuk menampilkan kreativitas, inovasi, dan potensi yang dimiliki.
"Expo seperti ini merupakan wadah yang sangat baik bagi siswa untuk belajar berkreasi, berinovasi, dan menunjukkan kemampuan yang mereka miliki. Saya memberikan apresiasi kepada seluruh siswa, guru, dan pihak sekolah yang telah menghadirkan kegiatan positif ini," ungkap Wali Kota.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengingatkan masyarakat terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 yang dijadwalkan dimulai pada 1 Juli mendatang.
Menurutnya, penerapan sistem penerimaan murid baru saat ini menjadi perhatian serius pemerintah, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), agar seluruh proses berjalan transparan, adil, dan sesuai aturan yang berlaku.
Wali Kota mengungkapkan bahwa beberapa hari sebelumnya Pemerintah Kota Ternate menerima kunjungan Tim Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah V KPK yang memberikan perhatian khusus terhadap sistem penerimaan murid baru.
"Kami ingin memastikan seluruh proses penerimaan murid baru berjalan secara transparan dan memberikan rasa keadilan kepada seluruh masyarakat. Tidak boleh ada perlakuan khusus karena semuanya harus mengikuti sistem yang telah ditetapkan," tegasnya.
Wali Kota menjelaskan, tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di SMP Negeri 1 Ternate sering kali menjadi tantangan tersendiri karena keterbatasan daya tampung sekolah.
Untuk tahun ajaran baru, SMP Negeri 1 Ternate menyiapkan 384 kursi yang terbagi dalam 12 rombongan belajar. Jumlah tersebut masih jauh di bawah total lulusan sekolah dasar di Kecamatan Ternate Tengah yang mencapai sekitar 1.090 siswa.
Menurut Wali Kota, kondisi tersebut menuntut seluruh pihak untuk memahami dan mendukung penerapan sistem zonasi, jalur prestasi, afirmasi, maupun mutasi yang telah diatur pemerintah.
"Animo masyarakat sangat tinggi. Karena itu kita semua harus berkomitmen menjalankan sistem yang ada agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan dan seluruh sekolah memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang," katanya.
Selain sektor pendidikan, Wali Kota juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang saat ini menjadi perhatian pemerintah Kota Ternate.
Wali Kota mengajak seluruh sekolah untuk menjadi pelopor gerakan pengurangan sampah dari sumbernya melalui berbagai program kreatif yang melibatkan siswa.
Wali Kota menyebutkan bahwa produksi sampah di Kota Ternate saat ini berkisar antara 100 hingga 105 ton per hari dan sebagian besar berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
"Saya berharap sekolah menjadi pionir dalam upaya pengurangan sampah. Banyak karya yang ditampilkan dalam expo ini menunjukkan bahwa sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi dan bermanfaat," terangnya.
Menurut Wali Kota, berbagai hasil karya yang dipamerkan siswa merupakan bukti bahwa kreativitas dapat tumbuh sejak dini apabila diberikan ruang dan dukungan yang memadai.
Wali Kota bahkan mengaku siap membeli hasil karya siswa sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan semangat berwirausaha yang ditunjukkan para pelajar.
"Kalau anak-anak menghasilkan karya sendiri dan menjualnya melalui kreativitas mereka, tentu itu harus kita apresiasi. Saya siap membeli hasil karya yang benar-benar merupakan buah kreativitas mereka," ujarnya.
Selain itu, Wali Kota juga mengajak siswa untuk membiasakan hidup bersih, gemar berbagi, serta menerapkan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di rumah.
Wali Kota menilai kegiatan Expo menjadi sarana yang tepat untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif, inovatif, dan membangun karakter generasi muda Kota Ternate.
Mengangkat tema Dari Ide Menjadi Karya, Spensa Expo 2026 dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Ternate dalam mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya memiliki gagasan, tetapi juga mampu mewujudkannya menjadi karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Kita ingin anak-anak terbiasa mengubah ide menjadi karya. Jangan hanya berhenti pada gagasan atau diskusi semata, tetapi mampu menghasilkan sesuatu yang nyata dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar," tutur Wali Kota.
Di akhir sambutannya, Wali Kota berharap kualitas pendidikan di Kota Ternate terus meningkat sehingga mampu melahirkan generasi yang siap bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga pada level nasional.
"Anak-anak inilah yang akan menjadi pemimpin masa depan. Karena itu mari kita terus dorong mereka untuk berprestasi, berinovasi, menjaga lingkungan, dan menjadi kebanggaan Kota Ternate," pungkasnya.
Usai sambutan, Wali Kota secara resmi membuka Spensa Expo 2026 yang ditandai dengan penabuhan drum, disambut antusias seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir. (Tim_IKP Diskominfo Ternate)
PEMKOT TERNATE - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia olahraga Kota Ternate. Kon ...
PEMKOT TERNATE - Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si secara resmi membuka ke ...
PEMKOT TERNATE - Membangun budaya kerja yang disiplin, solid, dan responsif terhadap kebut ...
PEMKOT TERNATE - Dalam momentum Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1448 Hijriah, Pemerintah Kota ...