Masterclass Bamboo Innovation Lab Eksplorasi Potensi Bambu Loreng Maluku Utara
PEMKOT TERNATE – Kekayaan bambu lokal Maluku Utara menjadi salah satu potensi yang diang ...
PEMKOT TERNATE – Kekayaan bambu lokal Maluku Utara menjadi salah satu potensi yang diangkat dalam rangkaian Masterclass Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) XII Tahun 2026 di Kota Ternate. Melalui agenda bertajuk Masterclass: Bamboo Innovation Design Lab, peserta diajak mengeksplorasi Bambu Loreng sebagai material yang memiliki peluang dikembangkan untuk kebutuhan desain, ekonomi kreatif, hingga industri berkelanjutan.
Masterclass dengan studi kasus “Optimalisasi Bambu Loreng Maluku Utara sebagai Material Masa Depan” tersebut berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026, di Kadato Ici, Buku Bendera, Ternate. Kegiatan ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian Rakernas JKPI XII yang berlangsung di Kota Ternate.
Bambu Loreng dipilih karena memiliki karakter visual, struktur material, dan nilai ekologis yang berpotensi menjadi identitas baru bagi ekonomi kreatif daerah. Selama ini, pemanfaatannya masih banyak digunakan untuk kebutuhan sederhana sehingga peluang peningkatan nilai tambah, inovasi desain, dan diversifikasi produk masih terbuka luas.
Melalui pendekatan Bamboo Innovation Design Lab, bambu diperkenalkan tidak hanya sebagai bahan baku, tetapi sebagai platform inovasi yang dapat dikembangkan untuk menjawab kebutuhan desain, lingkungan, dan ekonomi kreatif. Materi masterclass juga memadukan pengalaman inovasi material bambu dari Bambooland Indonesia dengan perspektif lokal Maluku Utara melalui proses pembelajaran berbasis praktik, eksplorasi material, dan co-design.
Masterclass menghadirkan Dr. Ar. Yulianto Prihatmadji, Founder Bambooland Indonesia, sebagai Lead Mentor dengan materi “Designing with Bamboo: Material, Innovation and Sustainability”. Materi yang diberikan mencakup filosofi bambu, material engineering, pengawetan bambu, teknik sambungan, arsitektur bambu, produk inovatif dunia, circular material, hingga future bamboo industry. Sementara Sukarno M. Adam dari Buku Suba Institute berperan sebagai moderator yang menghubungkan perspektif global dengan konteks lokal serta menggali pengetahuan tradisional mengenai Bambu Loreng.
Sebanyak 20 peserta dari berbagai latar belakang akan terlibat dalam kegiatan ini, meliputi pelaku UMKM, hotel, komunitas budaya, akademisi, mahasiswa, pengelola destinasi wisata, content creator, dan komunitas kreatif.
Rangkaian pembelajaran dirancang secara praktis melalui beberapa tahapan, mulai dari Inspiration Expert Talk, observasi material, diskusi kelompok, co-design, pengembangan konsep dan prototipe, pitching, hingga reflection learning review.
Dalam prosesnya, peserta akan mempelajari masa depan bambu dan studi kasus Bambooland, mengamati karakter fisik serta struktur Bambu Loreng, kemudian memetakan peluang inovasi. Peserta selanjutnya memilih salah satu dari empat jalur pengembangan, yakni Bamboo Product Design, Bamboo Architecture, Bamboo Creative Industry, atau Bamboo Circular Economy.
Setiap kelompok akan mengembangkan gagasan menggunakan Bamboo Innovation Canvas yang mencakup identitas material, pengetahuan lokal, perumusan masalah, pengguna, jalur inovasi, pengembangan konsep, strategi produksi, keberlanjutan, peluang bisnis, ekosistem kemitraan, dan dampak. Hasil akhirnya berupa konsep produk atau ruang, prototype berupa mock-up atau sketsa, pemetaan peluang bisnis, serta strategi keberlanjutan.
Tidak berhenti pada proses pembelajaran, seluruh hasil kelompok akan dikompilasi menjadi “Bamboo Innovation Portfolio: Bambu Loreng Maluku Utara”. Dokumen tersebut diproyeksikan menjadi rekomendasi awal bagi Pemerintah Kota Ternate untuk pengembangan inkubasi, UMKM, riset desain, maupun proyek kolaboratif.
Masterclass ini dirancang sebagai laboratorium kolaboratif yang mendorong lahirnya gagasan implementatif, bukan sekadar transfer pengetahuan. Konsep yang dihasilkan diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk, layanan, atau program nyata yang mendukung visi Ternate sebagai Kota Rempah dan destinasi gastronomi berkelas dunia. (Tim_IKP Diskominfo Ternate)
PEMKOT TERNATE – Kekayaan bambu lokal Maluku Utara menjadi salah satu potensi yang diang ...
PEMKOT TERNATE - Seni grafis dan ilustrasi menjadi salah satu ruang eksplorasi kreatif dal ...
PEMKOT TERNATE - Rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indone ...
PEMKOT TERNATE - Kota Ternate akan menjadi pusat pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakerna ...