Pemkot Ternate Uji Coba Pengelolaan Sampah Berbasis Partisipasi di Lima Kelurahan
PEMKOT TERNATE - Pemerintah Kota Ternate mulai menyiapkan langkah transformasi dalam siste ...
PEMKOT TERNATE - Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM mendampingi Gubernur Provinsi Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos dan Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, S.Ag, M.Pd.I. dan Forkopimda Maluku Utara dalam kunjungan ke Kecamatan Pulau Batang Dua, sebagai wiayah terdampak gempa, Sabtu (11/4/2026).
Rombongan bertolak menuju Pulau Batang Dua pada Sabtu pagi menggunakan kapal cepat Cantika Express. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memastikan kondisi warga sekaligus mengevaluasi distribusi bantuan logistik yang telah berjalan sejak beberapa hari terakhir.
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan hari ketiga kolaborasi antara pemerintah kota dan pemerintah provinsi dalam memobilisasi bantuan ke wilayah terdampak.
Sekda menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan mencakup sekitar 500 paket dari Wakil Presiden RI yang berisi beras, minyak, gula, dan teh, yang telah digabungkan dengan bantuan dari pemerintah provinsi, pemerintah kota, serta berbagai pihak lainnya.
“Ini sudah hari ketiga kami bersama pemerintah provinsi melakukan mobilisasi logistik ke Batang Dua. Sekitar 500 paket bantuan dari Wakil Presiden sudah kami distribusikan, ditambah bantuan dari berbagai pihak yang dihimpun di posko dan diberangkatkan menggunakan kapal Basarnas sejak tadi malam,” sebut Sekda.
Dalam peninjauan tersebut, diketahui jumlah pengungsi di Pulau Batang Dua mencapai lebih dari dua ribu jiwa yang hingga kini masih bertahan di lokasi pengungsian. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia yang mengalami gangguan kesehatan.
Sekda mengungkapkan bahwa beberapa warga lanjut usia yang sakit telah dievakuasi ke Kota Ternate atas inisiatif Gubernur Maluku Utara untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di RSUD Chasan Boesoiri.
“Tadi ada beberapa lansia yang kondisinya tidak memungkinkan untuk tetap di pengungsian, sehingga langsung dibawa ke Ternate untuk mendapatkan perawatan lanjutan,” jelasnya.
Selain itu, berdasarkan data sementara, jumlah kerusakan bangunan akibat gempa mencapai sekitar 233 unit, yang meliputi rumah warga, rumah ibadah, serta fasilitas pendidikan.
Kerusakan tersebut diklasifikasikan dalam kategori ringan, sedang, dan berat, dan rencananya akan ditangani melalui koordinasi dengan Kementerian Perumahan Rakyat yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Terkait masa tanggap darurat, Sekda menyampaikan bahwa status tanggap darurat yang telah ditetapkan selama 14 hari sejak awal kejadian dijadwalkan berakhir dalam waktu dekat. Namun demikian, melihat kondisi di lapangan, terdapat kemungkinan untuk dilakukan perpanjangan.
“Masa tanggap darurat saat ini direncanakan berakhir pekan ini, namun melihat kondisi masyarakat yang masih trauma, kami akan membahas bersama dan melaporkannya kepada Wali Kota untuk kemungkinan perpanjangan,” terangnya.
Lebih lanjut, hasil pemantauan di lapangan juga menunjukkan masih adanya sejumlah kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian, khususnya terkait fasilitas dasar bagi para pengungsi. Sekda menyoroti kondisi tempat tidur yang belum memadai, di mana sebagian besar pengungsi masih menggunakan alas sederhana.
“Kami melihat langsung bahwa banyak pengungsi masih tidur beralaskan tikar tipis, ini tentu menjadi perhatian serius, terutama bagi lansia. Kebutuhan mendesak saat ini adalah penambahan kasur untuk meningkatkan kenyamanan dan kesehatan warga di pengungsian,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Ternate menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan seluruh pihak terkait untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi secara optimal, sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana di wilayah Kecamatan Pulau Batang Dua.
Sebagai penutup, Sekda menegaskan bahwa seluruh catatan lapangan akan menjadi bahan evaluasi dalam pengambilan kebijakan lanjutan, termasuk penentuan masa tanggap darurat dan penanganan kebutuhan prioritas masyarakat terdampak. (Tim_IKP Diskominfo Ternate)
PEMKOT TERNATE - Pemerintah Kota Ternate mulai menyiapkan langkah transformasi dalam siste ...
PEMKOT TERNATE - Pemerintah Kota Ternate melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota T ...
PEMKOT TERNATE - Pemerintah Kota Ternate terus memastikan penanganan dampak bencana dengan ...
PEMKOT TERNATE - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM me ...