Wali Kota Ternate Terima Penghargaan Top Pembina BUMD
PEMKOT TERNATE - Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Bahari Berkesan meraih penghargaa ...
PEMKOT TERNATE - Setelah melalui masa tanggap darurat selama 14 hari pasca gempabumi, Pemerintah Kota Ternate secara resmi menetapkan peralihan ke tahap transisi darurat menuju pemulihan yang akan berlangsung selama kurang lebih dua bulan.
Keputusan tersebut dihasilkan dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM, pada Rabu (15/4/2026), di Posko Tanggap Darurat Gempa, kantor Eks-Wali Kota Ternate.
Rapat digelar setelah Sekda sekaligus Ketua Posko Tanggap Darurat menerima laporan lapangan dari posko penanganan bencana di Kantor Camat Pulau Batang Dua. Laporan tersebut merangkum kondisi terkini selama periode tanggap darurat yang telah berlangsung sejak 2 hingga 15 April 2026.
Sekda menjelaskan bahwa berdasarkan hasil evaluasi, status tanggap darurat resmi diakhiri dan dilanjutkan dengan masa transisi darurat menuju pemulihan selama kurang lebih 60 hari, terhitung mulai Kamis, 16 April hingga 14 Juni 2026.
Tahapan ini akan difokuskan pada rehabilitasi dan rekonstruksi berbagai fasilitas yang terdampak gempa.
“Setelah menerima laporan lengkap dari lapangan, kami memutuskan untuk mengakhiri status tanggap darurat dan memasuki masa transisi menuju pemulihan selama sekitar 60 hari, dimulai 16 April hingga 14 Juni 2026,” ujar Sekda.
Sekda menambahkan, pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi, pemerintah akan memprioritaskan penanganan kerusakan rumah warga, fasilitas pendidikan, serta rumah ibadah.
Selain itu, proses pembersihan puing-puing dan percepatan pembangunan kembali menjadi agenda utama. Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga mendorong agar masa transisi ini menjadi dasar pengusulan bantuan ke Kementerian Perumahan Rakyat, khususnya untuk perbaikan sekitar 230 rumah yang terdampak.
Berdasarkan laporan posko lapangan, kondisi warga di sejumlah wilayah menunjukkan perkembangan yang berangsur membaik. Di Kelurahan Bido dan Lelewi, sebagian besar warga telah kembali ke rumah masing-masing. Namun, bagi rumah yang mengalami kerusakan, warga masih memilih bertahan di sekitar rumah dengan mendirikan tenda darurat.
Sementara itu, di wilayah Mayau, sebagian warga telah kembali, namun sebagian lainnya masih bertahan di lokasi pengungsian, terutama di fasilitas sekolah seperti SD dan SMP. Untuk wilayah Pantesagu dan Kelurahan Tifure, kondisi dinilai relatif kondusif dan mulai pulih.
Sekda menegaskan bahwa meskipun status telah beralih ke masa pemulihan, kewaspadaan tetap harus dijaga oleh seluruh masyarakat.
“Walaupun saat ini kita memasuki tahap pemulihan, kami tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berikhtiar, karena gempa susulan masih mungkin terjadi meski dengan intensitas yang semakin kecil,” jelasnya.
Dari sisi perkembangan aktivitas seismik, Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Gede Eriksana Yasa, menyampaikan bahwa sejak kejadian awal, telah tercatat sekitar 1.600 gempa susulan dengan kekuatan bervariasi antara 1,7 hingga 5,8 magnitudo. Namun, tren menunjukkan penurunan signifikan.
“Jika dihitung sejak awal kejadian, sudah lebih dari 1.600 gempa susulan. Namun hingga hari ini, hanya terjadi sekitar tujuh kali gempa dan sebagian besar tidak dirasakan masyarakat. Ini menunjukkan kekuatannya semakin melemah,” ungkapnya.
Dijelaskan juga bahwa berdasarkan analisis BMKG, gempa susulan diperkirakan masih akan berlangsung dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu sejak kejadian utama pada 2 April. Proses ini merupakan bagian dari penyesuaian alami struktur batuan di bawah permukaan bumi pada kedalaman sekitar 33 kilometer.
“Gempa susulan ini terjadi karena adanya deformasi batuan yang masih mencari keseimbangan. Proses ini tidak terjadi secara tiba-tiba berhenti, tetapi berlangsung bertahap hingga mencapai kondisi stabil kembali,” jelasnya.
BMKG memastikan bahwa tren gempa susulan terus menurun dan diharapkan akan berakhir dalam waktu yang telah diprediksi. Pemerintah pun berharap kondisi ini dapat mempercepat proses pemulihan dan mengembalikan aktivitas masyarakat secara normal.
Dengan memasuki masa transisi darurat menuju pemulihan, Pemerintah Kota Ternate menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat terdampak hingga seluruh tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan optimal. (Tim_IKP Diskominfo Ternate)
PEMKOT TERNATE - Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Bahari Berkesan meraih penghargaa ...
PEMKOT TERNATE - Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Pemerintah Kota Ternate terus me ...
PEMKOT TERNATE - Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM mendamping ...
PEMKOT TERNATE – Pemerintah Kota Ternate bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota ...