#

Gotong Royong Lindungi Anak di Ruang Digital, YouTube Terbitkan Digital Wellbeing Guidebook Dukung PP TUNAS

PEMKOT TERNATE – Selasa, 9 Juni 2026, YouTube meluncurkan Digital Wellbeing Guidebook sebagai bentuk pelaksanaan tanggung jawab platform digital dalam mengedukasi orang tua, sesuai dengan Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Peluncuran buku panduan ini menjadi komitmen nyata YouTube untuk mendukung implementasi regulasi perlindungan anak di ruang digital melalui edukasi yang praktis dan masif bagi orang tua serta pendidik.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan bahwa peluncuran Digital Wellbeing Guidebook merupakan langkah penting menghadapi tantangan pengasuhan anak di era digital.

Banyak orang tua masih membutuhkan panduan jelas untuk mendampingi anak berinteraksi dengan media sosial, gim daring, dan layanan digital lainnya.

“Kita melihat masih banyak orang tua yang bertanya bagaimana mendampingi anak menggunakan media sosial, bagaimana menyikapi gim daring, dan bagaimana menjaga mereka tetap aman di ruang digital. Oleh karena itu, kami meluncurkan buku panduan ini,” tegas Meutya Hafid saat peluncuran di Garuda Spark, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).

Meutya menekankan bahwa orang tua kini harus melindungi anak tidak hanya di ruang fisik, tetapi juga di ruang digital yang semakin kompleks.

“Jika dunia digital adalah rumah baru bagi anak-anak kita, maka kita juga harus menjaga pintu dan jendelanya,” tegasnya.

Sebagai platform digital, YouTube menjalankan tanggung jawabnya sesuai Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 dengan menyediakan edukasi dan panduan praktis bagi orang tua.

“Peluncuran Digital Wellbeing Guidebook ini adalah wujud tanggung jawab YouTube sebagai platform untuk mendukung edukasi orang tua, sehingga implementasi regulasi pelindungan anak dapat berjalan lebih efektif di tingkat keluarga,” jelas perwakilan YouTube.

Buku ini disusun melalui kolaborasi YouTube dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), serta para ahli terkait.

Meutya menegaskan bahwa tujuan perlindungan anak di ruang digital bukan membatasi akses teknologi, melainkan memastikan anak memanfaatkannya secara aman, sehat, dan sesuai tahap perkembangan usia. (Tim_IKP Diskominfo Ternate)

Berita

Berita Lainnya

#

Kontingen Kota Ternate Tiba di Tobelo, Siap Bertanding pada Porprov Maluku Utara 2026

PEMKOT TERNATE - Perjuangan Kontingen Kota Ternate pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Por ...

#

Sekda Kota Ternate Tinjau Kesiapan Kampung Piala Dunia 2026 di Taman Film Fort Oranje, Ternate Siap Jadi Pusat Nobar Warga

PEMKOT TERNATE – Pemerintah Kota Ternate terus mematangkan persiapan menghadirkan ruang ...

#

Pemkot Ternate Percepat Finalisasi Persiapan Rakernas JKPI XII Tahun 2026

PEMKOT TERNATE - Pemerintah Kota Ternate terus mengintensifkan berbagai persiapan menjelan ...

#

Dispersip Kota Ternate Umumkan Pemenang Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Tahun 2026

PEMKOT TERNATE - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispersip) Kota Ternate secara r ...